ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Senin, 23 Oktober 2017

180 Pemuda Ikuti Dialog Pelestarian Nilai Budaya

| 562 Views
id dialog pelestarian nilai budaya, kota magelang
180 Pemuda Ikuti Dialog Pelestarian Nilai Budaya
Kepala Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Magelang Eri Widyo Saptoko (kiri) membuka Dialog Peningkatan Kesadaran Nilai-Nilai Luhur Bangsa", Kamis (18/5). (Foto: ANTARAJATENG.COM/dokumen Humas Pemkot Magelang)
Jangan sampai generasi muda malah ikut-ikutan terbawa arus
Magelang, ANTARA JATENG - Sebanyak 180 peserta, terutama generasi muda, mengikuti dialog peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian budaya untuk memperkuat semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang diselenggarakan Pemerintah Kota Magelang.
   
"Ini salah satu upaya penting untuk memperteguh semangat persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Kepala Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Pemerintah Kota Magelang Eri Widyo Saptoko saat membuka kegiatan itu di Magelang, Kamis.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Wanita Kota Magelang itu, antara lain diikuti para pelajar, mahasiswa, anggota organisasi kemasyarakatan dan pemuda, serta para kepala organisasi perangkat daerah terkait.

Ia mengatakan nilai-nilai luhur budaya bangsa harus diaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat di tengah arus kesejagatan yang bisa makin memudarkannya.

"Nilai-nilai luhur budaya bangsa harus diaktualisasikan terus menerus dengan menjunjung dinamika nilai-nilai yang berkembang di masyarakat," katanya.

Ia mengatakan maraknya tawuran antarkelompok pemuda, tindak kekerasan, ungkapan saling menghujat satu sama lain, dan semangat demokrasi yang sepertinya kebablasan, perlu diwaspadai karena bisa merusak situasi kondusif di suatu wilayah.

Selain itu, katanya, harus terus diwaspadai munculnya paham radikalisme yang berkaitan dengan tindak kekerasan, pemaksaan kehendak, dan terorisme.

"Diantisipasi sejak dini," kata Eri.

Ia mengharapkan peranan generasi muda sebagai pelopor dalam usaha-usaha memperkuat sendi-sendi persatuan dan kesatuan hidup masyarakat.

Mereka, katanya, mitra pemerintah dalam pembangunan, terutama mental spiritual, sebagai dasar perilaku dan interaksi sosial kemasyarakatan.

"Jangan sampai generasi muda malah ikut-ikutan terbawa arus," ujarnya.

Ia mengharapkan generasi muda bangsa di kota itu ikut menjaga semangat persatuan dan kesatuan, mencegah konflik sosial, dan mewaspadai perkembangan paham radikal.

Ia mengatakan suasana kehidupan bersama yang kondusif selama ini di daerah setempat, tidak lepas dari partisipasi generasi muda.

Mereka, katanya, berperan aktif dalam menciptakan iklim sejuk Kota Magelang sehingga mendukung upaya pemerintah dan pihak terkait lainnya, seperti dalam mendatangkan investor dan mengembangkan kepariwisataan, demi peningkatan perekonomian masyarakat.

"Suasana kondusif harus terus diperkuat, jangan mudah terpancing isu-isu negatif yang disebarkan pihak yang tidak bertanggung jawab. Selalu berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menciptakan Kota Magelang yang aman dan damai," katanya.

Pemkot Magelang menghadirkan narasumber dalam dialog itu, yakni pengajar Universitas Wahid Hasyim Semarang Joko J. Prihatmoko dan dari Universitas Muhammadiyah Magelang Heniyatun. (hms).

Editor: M Hari Atmoko

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca