ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Senin, 23 Oktober 2017

87 Pelajar Muhammadiyah Ikuti Diklat SAR

| 743 Views
id PD Muhammadiyah Kabupaten Magelang, Jumari, Diklat SAR Pelajar
87 Pelajar Muhammadiyah Ikuti Diklat SAR
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Magelang Jumari membuka Diklat SAR Pelajar yang diselenggarakan LPB Muhammadiyah Kabupaten Magelang, Jumat (21/4) sore. (Foto: ANTARAJATENG.COM/dokumen PD Muhammadiyah Kabupaten Magelang)
Magelang, ANTARA JATENG - Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Muhammadiyah Kabupaten Magelang menyelenggarakan pendidikan dan latihan SAR untuk pelajar dengan 87 peserta sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya antisipasi bencana alam.

"Tujuannya antara lain untuk memberikan kesadaran terkait dengan pentingnya antisipasi terhadap bencana alam," kata Ketua LPB Muhammadiyah Kabupaten Magelang Asroni dalam keterangan tertulis yang diterima di Magelang, Sabtu.

Kegiatan tersebut berlangsung mulai Jumat (21/) sore hingga Senin (24/4) di dua lokasi, yakni Kompleks Perguruan Muhammadiyah Desa Kaliabu, Kecamatan Salaman dan kawasan Perbukitan Menoreh. Jumlah peserta 87 pelajar SMA, MA, dan SMK Muhammadiyah.

Ia mengatakan diklat tersebut juga untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang penanggulangan bencana alam sesuai dengan perundang-undangan.

Selain itu, ujarnya, membentuk generasi muda di daerah setempat yang memiliki kepedulian serta kesetiakawanan sosial.

Materi diklat, antara lain pengenalan tentang LPB Muhammadiyah, pertolongan pertama gawat darurat, navigasi darat dan panjat tebing, pengetahuan dasar bertahan hidup ketika berhadapan dengan situasi dan alam yang sulit.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Magelang Jumari menjelaskan tentang pentingnya kegiatan tersebut yang antara lain menyangkut proses kaderisasi Tim SAR.

Ia mengatakan kesiapan personel dalam menghadapi bencana alam sebagai hal yang penting dilakukan melalui berbagai pendidikan dan pelatihan.

"Kesiapan personel yang memiliki pengetahuan dalam tanggap bencana menjadi mutlak dibutuhkan," katanya saat membuka kegiatan itu.

Selain itu, katanya, generasi muda perlu memiliki kepekaan dan solidaritas yang tinggi agar setiap saat bisa terlibat secara optimal dalam penanggulangan bencana alam.

Editor: M Hari Atmoko

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca