ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Rabu, 23 Agustus 2017

Angka Kematian Bayi Di Banjarnegara Masih Tinggi

| 853 Views
id angka kematian bayi, banjarnegara
Angka Kematian Bayi Di Banjarnegara Masih Tinggi
Bayi. FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Banjarnegara, ANTARA JATENG - Angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian bayi di Banjarnegara masih tinggi, kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara Ahmad.

"Tingginya angka kematian bayi dan angka kematian ibu melahirkan di sini disebabkan karena beberapa faktor," kata Kepala Dinas Kesehatan Banjarnegara Ahmad di Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu.

Dia menyebutkan faktor yang dimaksud adalah keterlambatan penanganan dan pelayanan, terbatasnya kemampuan tenaga bidan di lapangan, serta keterbatasan tenaga dokter spesialis kandungan," katanya.

Selain itu, minimnya pengetahuan ibu hamil, dan adanya keterbatasan dari pihak keluarga dalam merawat kehamilan.

Faktor teknis lainnya, kata dia, juga menjadi kendala dalam upaya penekanan angka kematian ibu dan juga bayi.

"Kami akan segera mengevaluasi dan memenuhi kebutuhan SDM yang diperlukan serta melakukan kerjasama dengan elemen lain dalam mengatasi keterbatasan pihak keluarga dalam perawatan kehamilan," katanya.

Dia menyebutkan, hingga bulan Mei 2017 tercatat jumlah angka kematian bayi sebanyak 57 kasus, sedangkan jumlah kematian ibu, sebanyak lima orang.

Pada tahun 2016 lalu, angka kematian ibu sebanyak 19 orang, dan angka kematian bayi sebanyak 208.

Untuk itu, kata dia, Dinas Kesehatan Banjarnegara terus melakukan komunikasi dengan dinas lainnya.

"Misalkan dinas yang menangani jalan, karena transportasi menjadi penting dalam penanganan ibu hami," katanya.

Pihaknya, kata dia, juga terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di antaranya dengan memaksimalkan 13 puskesmas yang memiliki pelayanan obstetri neonatal emergensi dasar (Poned).

"Setiap hari selama 24 jam Poned dapat melayani persalinan, pelayanan, juga dilengkapi dengan berbagai sarana seperti ambulans lengkap di semua puskesmas, menyediakan rumah tunggu persalinan, dan membentuk kelas ibu hamil di semua desa," katanya.

Editor: Nur Istibsaroh

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca