ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Kamis, 24 Agustus 2017

Atasi Kelangkaan Elpiji Bersubsidi, Pemkab Batang-Pertamina Gelar OP

| 1279 Views
id batang pertamina, operasi pasar elpiji
Atasi Kelangkaan Elpiji Bersubsidi, Pemkab Batang-Pertamina Gelar OP
Ilustrasi - Warga mengantre untuk membeli gas ukuran 3 kg saat operasi pasar elpiji. (Foto ANTARA)
Batang, ANTARA JATENG - Pemerintah Kabupaten Batang bersama PT Pertamina, Jawa Tengah, menggelar operasi pasar elpiji bersubsidi seiring dengan terjadinya kelangkaan gas "melon" tersebut di daerah setempat.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi, dan UMKM Kabupaten Batang, Dewi Wurianti disela-sela kegiatan OP di Batang, Jumat, mengatakan bahwa sebenarnya ketersediaan elpiji bersubsidi relatif cukup untuk memenuhi kebutuhan warga.

"Oleh karena, kami melakukan kegiatan OP elpiji bersubsidi sekaligus ingin mengetahui penyebab terjadinya kelangkaan barang yang mudah terbakar tersebut," katanya.

Menurut dia, penyebab terjadinya kelangkaan elpiji bersubsidi kemungkinan karena adanya hari libur panjang sehingga PT Pertamina tidak menyalurkan pasokan yang mudah terbakar itu.

"Pasokan elpiji bersubsidi mencapai 400 ribu tabung per bulan. Hanya saja, karena penggunaanya tidak sesuai dengan peruntukanya seperti hotel restoran dan industri maka bisa saja menimbulkan kelangkaan elpiji itu," katanya.

Ia mengatakan pada kegiata OP ini, warga hanya bisa membeli satu tabung elpiji bersubsidi seharga Rp15 ribu per tabung agar warga bisa menikmati dari kegiatan yang dilakukan oleh pemkab dan PT Pertamina.

"Adapun, mengenai masalah kelangkaan elpiji masih dalam penyelidikan secara menyeluruh. Sesuai hasil evalusai Pertamina memutuskan menggelar OP elpiji pada empat titik yang masing-masing titik sebanyak 560 tabung," katanya.

Kegiatan operasi pasar elpiji kemasan 3 kilogram itu digelar di wilayah Kecamatan Batang, Bandar, Blado, dan Tersono.

Warga Desa Menguneng Kecamatan Warungasem, Cokro mengatakan sudah hampir dua pekan terakhir ini, elpiji berukuran 3 kilogram sulit diperoleh sehingga empat menimbulkan keresahan warga miskin.

"Oleh karena, dengan adanya operasi pasar ini sangat membantu kesulitan warga mendapatkan elpiji bersubsidi itu. Bagaimana kami tidak resah jika harga elpiji sudah mencapai Rp25 ribu/ tabung," katanya.

Editor: Mahmudah

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca