ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Rabu, 18 Oktober 2017

Bea Cukai Tak Menyeramkan

| 614 Views
id bea cukai, menyeramkan, semarang
Bea Cukai Tak Menyeramkan
Tim Bea Cukai melakukan simulasi pemeriksaan barang bawaan penumpang di Bandara Internasional (Foto: ANTARAJATENG.COM/Humas Bea Cukai)
Semarang, ANTARA JATENG – Bagi Aldo, seorang siswa SMAN 1 Salatiga mengaku kesan pertama dari Bea Cukai sangat menyeramkan, tetapi begitu sudah mengenal lebih dekat, kesan menyeramkan pun menghilang.

"Bea Cukai keliatannya serem," kata Aldo saat ditanya kesan pertama mengenai Bea Cukai  dalam acara Bea Buzz Road to SMAN 1 Salatiga pada minggu pertama April 2016.

Ikut dalam acara tersebut Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC TMP Tanjung Emas beserta anggotanya serta partisipasi tim K-9 Kanwil DJBC Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Acara yang mengusung tema "Dengungkan Bea Cukai ke Seluruh Anak Negeri" tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Tidak sedikit para siswa yang antusias mengenal lebih dekat Bea Cukai.

Dalam kesempatan tersebut, Tim Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC TMP Tanjung Emas memberikan sejumlah materi di antaranya materi tugas pokok dan fungsi Bea Cukai yang disampaikan Yendra Robi.

Selain itu, materi yang dapat menjadi bekal para siswa dan atau keluarganya yang ingin bepergian ke luar negeri yakni mengenai barang pos dan barang bawaan penumpang yang disampaikan Lusiani Wiyanti.

Tidak hanya memberikan materi, tetapi tim juga melakukan simulasi pemeriksaan barang bawaan penumpang di Bandara Internasional, sehingga para siswa diharapkan lebih dapat memahami aturan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang berlaku di Indonesia.

Untuk menciptakan suasana lebih hangat, tim Bea Cukai mengajak personel Radio bctemas.fm yang diwakili Rianto Hafizh dan Anis Yulianti. Keduanya memberikan permainan dalam ruangan kepada para siswa agar para siswa tidak merasa jenuh serta untuk mengembalikan konsentrasi mereka untuk menerima materi selanjutnya.(adv)


Editor: Nur Istibsaroh

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca