ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Jumat, 23 Juni 2017

BEI Buka Kantor Perwakilan di Solo

| 1227 Views
id BEI buka di solo
BEI Buka Kantor Perwakilan di Solo
Kepala Kantor OJK Surakarta Laksono Dwionggo tengah didampingi Kepala Divisi Pengembangan Wilayah BEI Hari Prasetyo kanan saat memberikan keterangan di Kantor OJK Surakarta, Kamis. (Foto: Antara Jateng.com/Bambang Dwi Marwoto)
Solo, ANTARA JATENG - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah membuka kantor perwakilan di lantai satu gedung Graha Prioritas Jalan Slamet Riyadi No.302-394 Solo, dan rencana penyelenggaraan serimonial dilaksanakan, pada Jumat (21/4).

Kantor Perwakilan BEI Solo dibuka karena minat investasi warga Surakarta terus mengalami peningkatan yang menggembirakan, kata Kepala Kantor BEI Perwakilan Yogyakarta, Irfan Noor Riza, di Solo, Kamis.

Menurut Irfan Noor Riza jumlah investor di Kota Solo yang masuk hingga Maret 2017, mencapai 19.615, padahal pada 2016 baru tercatat 18.000 investor.

Selain itu, kata Irfan kalau dilihat dari jumlah transaksi pasar modal di Solo dari 19.615 investor tersebut cukup menggairahkan yakni mencapai Rp1,05 triliun.

Padahal, kata Irfan, BEI Yogyakarta tercatat yang terakhir jumlah inverstor mencapai 26.667, tetapi jumlah transaksinya hanay mencapai Rp435 miliar.

"Tren ini, salah satu yang mendorong BEI membuka kantor perwakilan di Kota Solo," kata Irfan yang didampingi Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Surakarta, Laksono Dwionggo.

Irfan menjelaskan masyarakat di Kota Surakarta banyak yang memahami tentang inverstasi di pasar modal. Bukti nyata dapat melihat hasil data tiga bulan terakhir jumlah transaksi cukup menggembirakan.

Irfan berharap dengan dibukanya kantor perwakilan BEI Solo, dapat memudahkan sekaligus mendekatkan masyarakat, dan akses mereka ke pasar modal juga semakin dekat dan cepat mengingat sebelumnya menginduk ke BEI Yogyakarta.

Kepala Divisi Pengembangan Wilayah BEI Hari Prasetyo mengatakan untuk sementara pengelolaan kantor BEI Solo masih dirangkap oleh Kepala Kantor BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza.

Hari Prasetyo mengatakan jumlah investor pasar modal di Solo yang mencapai 19.615 tersebut sekitar 25 persen di antaranya, dari kalangan mahasiswa, sedangkan sisanya ada pengusaha, karyawan, dan ibu rumah tangga.

"Pertumbuhan itu, terjadi karena dibukanya galeri-galeri di perguruan tinggi. BEI ke depan ingin masuk ke daerah pelosok melalui program desa binaan perguruan tinggi dan membuka Galeri Edukasi di SMA," kata Hari.

Menurut hari program tersebut untuk mendorong meningkatnya literasi dan inklusi keuangan pasar modal.

Menurut Kepala OJK Laksono Dwionggo, hal tersebut untuk menarik masyarakat dengan menggelar lomba game investasi pasar modal atau "stocklab" yang diikuti para mahasiswa.

"Kami mencatat ada 129 peserta dari 11 perguruan tinggi yang sudah memiliki investasi di daerah ini," kata Laksono.

Editor: Sumarwoto

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca