ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Senin, 23 Oktober 2017

BI Gelar "Grebeg Pasar" di Banjarnegara

| 1477 Views
id Grebeg pasar, BI Purwokerto, pasar batur
BI Gelar
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Fadhil Nugroho membawa asongan berisi uang kertas baru untuk ditukar dengan uang lusuh saat kegiatan "Grebeg Pasar" di Pasar Batur, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (20/5). (Foto: ANTARAJATENG.COM/Sumarwoto)
Banjarnegara, ANTARA JATENG - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto menggelar kegiatan "Grebeg Pasar" di Pasar Batur, Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, dengan tema Gerakan Anti-uang Lusuh dan Anti-uang Palsu.

Dalam kegiatan yang digelar pada Sabtu pagi hingga siang itu, KPw BI Purwokerto menggandeng enam bank untuk melayani penukaran uang lusuh dengan uang baru hasil cetak sempurna (HCS) tahun emisi 2016 dan sebelumnya.

Penukaran uang tersebut tidak hanya dilayani petugas KPw BI Purwokerto di mobil kas keliling yang diparkirkan di halaman pasar tetapi juga dengan mendatangi pedagang di dalam pasar.

Petugas KPw BI Purwokerto maupun petugas dari enam bank lainnya berkeliling pasar dengan membawa asongan berisi uang baru HCS sambil menawarkan penukaran kepada pedagang.

Sementara di halaman pasar, petugas KPw BI Purwokerto menyosialisasikan ciri-ciri keaslian uang rupiah termasuk uang rupiah tahun emisi 2016 kepada masyarakat sekitar.

Deputi Kepala KPw BI Purwokerto Fadhil Nugroho mengatakan kegiatan tersebut ditujukan untuk menarik uang lusuh dari peredaran dan digantikan dengan uang baru.

"Kami juga memperkenalkan uang rupiah tahun emisi 2016. Kami mendapat info jika masih banyak warga sini yang belum tahu kalau ada uang tahun emisi 2016 karena daerah ini cukup jauh serta menyosialisasikan ciri-ciri keaslian uang rupiah," kata dia yang juga Kepala Tim Sistem Pembayaran KPw BI Purwokerto.

Ia mengatakan dalam kegiatan tersebut, pihaknya menggandeng enam bank yang terdiri atas BRI, BNI, BCA, BPR Surya Yudha, PD BPR BKK Mandiraja, dan Bank Syariah Mandiri.

Menurut dia, setiap bank membawa modal uang yang akan ditukarkan sebanyak Rp20 juta.

"Kami yang menyiapkan uang barunya. Dalam kegiatan ini, kami membawa uang baru dari berbagai pecahan sekitar Rp6 miliar dan ternyata mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat," katanya.

Ia mengatakan berdasarkan pantauan, uang baru yang dibawa petugas bank dengan berkeliling pasar itu habis ditukar dengan uang lusuh dalam waktu kurang dari satu jam.

"Itu belum termasuk penukaran yang dilakukan di mobil kas keliling, antreannya cukup panjang," katanya.

Salah seorang pedagang pakaian di Pasar Batur, Nurfada mengaku terbantu dengan adanya layanan penukaran uang tersebut.

Menurut dia, hal itu disebabkan uang pecahan kecil sangat dibutuhkan pedagang untuk kembalian.

"Apalagi ini uang baru tahun emisi 2016, sepertinya enggak bakal cepat lusuh karena kertasnya kelihatan lebih bagus," katanya.

Editor: Sumarwoto

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca