ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Minggu, 24 September 2017

Borobudur Marathon Diharapkan Angkat Potensi Ekonomi Masyarakat

| 648 Views
id borobudur marathon angkat ekonomi
Borobudur Marathon Diharapkan Angkat Potensi Ekonomi Masyarakat
Peluncuran jersey dan medali Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2017 di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) "Waroeng Kopi" Desa Ngaran, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Heru Suyitno)
Magelang, ANTARA JATENG - Pelaksanaan Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) pada 19 November 2017 diharapkan dapat mengangkat potensi ekonomi masyarakat sekitar Candi Borobudur, kata Ketua Yayasan Borobudur Liem Chie An.

"Harapan kami sederhana, masyarakat Borobudur ikut memanfaatkan momentum BJBM. Ketika para pelari datang dari luar daerah dan luar negeri maka pasti membutuhkan penginapan, makan, cinderamata, tukang ojek sampai tukang pijat," katanya di Magelang, Minggu.

Ia mengatakan hal tersebut usai peluncuran jersey dan medali BJBM 2017 di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) "Waroeng Kopi" Desa Ngaran, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

"Tahun ini kami tidak mengejar kuantitas tetapi kualitas," katanya.

Ia menyebutkan BJBM 2017 membatasi jumlah peserta hanya sampai 10.000 pelari. Jumlah ini lebih sedikit dibanding jumlah peserta BJBM tahun-tahun sebelumnya.

Menurut dia, pembatasan peserta tersebut mempertimbangkan kenyamanan dan keamanan para pelari saat berkompetisi.

"Tahun-tahun sebelumnya kami mencari peserta sebanyak-banyaknya, dari atlet, runner, pelajar, sampai masyarakat umum. Tetapi tahun ini kami batasi hanya runner saja dan membayar tiket, agar kami fokus, mereka juga nyaman, aman, saat berlari," katanya.

Ia menuturkan penyelenggaraan BJBM 2017 sengaja mengangkat tema "Reborn Harmony". Tema ini untuk mengingatkan kembali tentang semangat kebersamaan dari para pelari di Indonesia dan Jawa Tengah khususnya.

Melalui tema tersebut, katanya penyelenggara mengajak peserta menikmati sport tourism yang ada di daerah sekitar candi Borobudur dan Jawa Tengah sehingga membawa dampak positif bagi perkembangan ekonomi dan pariwisata di Magelang.

"Kami sebagai orang Borobudur ingin lebih mengenalkan lagi Borobudur kepada dunia. Kalau bukan kita siapa lagi, kami juga ingin menyadarkan masyarakat akan pentingnya etika wisata, bagaimana menyambut wisatawan dengan baik, ramah, dan santun," katanya.

Ketua Komunitas Harian Kompas, Rusdi Amral selaku organizer mengatakan BJBM 2017 sebagai cikal bakal sebuah perhelatan olahraga profesional dan bertaraf internasional.

Hal tersebut dibuktikan dengan diterbitkannya sertifikat Borobudur Marathon dari Asosiasi Marathon dan Lari Jarak Jauh Intenasional (Association of International Marathons and Distance Races/AIMS).

Ia menuturkan tahun ini hanya melombakan tiga katagori, yakni full marathon (42 kilometer), half marathon (21 kilometer) dan 10 kilometer (10K). Dari tiga katagori tersebut dibagi lagi dalam subkategori, yakni full marathon open, full marathon nasional, half marathon open, half marathon nasional, 10K open, dan 10K nasional.

Ia menyebutkan sampai saat ini sudah ada 4.000 pelari, dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri yang menyatakan diri ikut serta BJBM 2017.

Editor: Sumarwoto

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca