ANTARA TV | TWITTER | Facebook | SIGN IN
Kamis, 25 Mei 2017

BPJS Ketenagakerjaan Klaten Serahkan Klaim Rp124,8 juta

| 866 Views
id bpjs ketenagakerjaan, klaten, klaim
BPJS Ketenagakerjaan Klaten Serahkan Klaim Rp124,8 juta
BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Klaten menyerahkan klaim jaminan kecelakaan kerja meninggal dunia sebesar Rp124.824.000 kepada Sugeng Wiyono yang merupakan ahli waris dari Rini Miya Sari (alm). (Foto: ANTARAJATENG.COM/Humas BPJS Ketenagakerjaan Cabang Klaten)
Klaten, ANTARA JATENG - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Klaten menyerahkan klaim jaminan kecelakaan kerja dan menyebabkan meninggal dunia sebesar Rp124,8 juta kepada ahli waris dari Rini Miya Sari (alm) yang merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang.

"Klaim jaminan dapat dilakukan di seluruh kantor layanan, seperti kali ini BPJS Ketenagakerjaan Cabang Klaten menyerahkan klaim kepada ahli waris dari Rini Miya Sari (alm) yang sebelumnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang," kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Klaten Multanti di Klaten, Rabu.

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Klaten menyerahkan klaim kepada Sugeng Wiyono selaku ahli waris korban meninggal dunia sebesar Rp124.824.000.

Rincian dari jumlah klaim tersebut untuk biaya pemakaman Rp3 juta, santunan kematian 60 persen kali 80 kali upah sebulan: Rp105.024.000, beasiswa pendidikan untuk anak Rp12 juta, santunan berkala yang dapat dibayar sekaligus 24 x Rp200 ribu: Rp4,8 juta, jaminan pensiun secara berkala setiap bulan Rp319.450, dan jaminan hari tua Rp2.456.920.

"Salah satu program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan adalah jaminan kecelakaan kerja saat tenaga kerja mulai keluar rumah menuju tempat kerja, di tempat kerja hingga kembali ke rumah," katanya.

Multanti berharap bagi pekerja baik pekerja mandiri atau yang bekerja di perusahaan yang belum terlindungi BPJS Ketenagakerjaan agar segera mendaftarkan diri atau melaporkan jika perusahaan tempat bekerja tidak mendaftarkannya.

"Tidak hanya karyawan yang bekerja di perusahaan, pedagang kaki lima, petani, buruh bangunan, tukang becak, tukang ojek dan lain-lain juga dapat mendaftar di BPJS Ketenagakerjaan dan berhak terlindungi dari  risiko yang timbul dari pekerjaannya," katanya.

Multanti menambahkan terkait pencairan klaim kematian akibat kecelakaan kerja yang dialami Rini Miya Sari (alm) sebenarnya dari ahli waris yakni Sugeng Wiyono keberatan melengkapi data lengkap. Akan tetapi setelah dilakukan komunikasi, Sugeng Wiyono berkenan melengkapi berkas dan tidak menyangka akhirnya mendapatkan santunan sangat besar dari BPJS Ketenagakerjaan untuk kelangsungan pendidikan kedua anaknya.

Editor: Nur Istibsaroh

COPYRIGHT © ANTARA 2017


Komentar Pembaca