ANTARA - Jejaring sosial "facebook" kini mulai
merambah komunitas pesantren di Bogor, Jawa Barat (Jabar), dan
sarana itu digunakan untuk memudahkan komunikasi, kata Pengasuh
Pesantren Miftahul Ulum Kota Bogor, KH Fuad Fithrie Fachrurrozie.

"'Facebook' sudah menjadi kebutuhan bagi semua kalangan, termasuk
pesantren. Melalui jejaring itu seseorang dapat berkomunikasi secara
'online' dengan siapapun, kapan pun dan di mana pun ia berada,"
katanya kepada ANTARA di Bogor, Ahad.

Menurut Fuad Fithrie Fachrurrozie yang juga pengguna "facebook",
jejaring sosial tersebut kini sudah menyentuh semua lapisan
masyarakat, tidak terkecuali pesantren.

Ia mengemukakan bahwa komunikasi melalui "facebook" dinilai lebih
efesien dan efektif. "Dan 'facebook' dapat menjadi wahana
bersilaturrahmi, tukar pikiran maupun informasi. Saya kira banyak
sisi positif yang bisa diambil dari penggunaan 'facebook'," katanya.

Bagi komunitas pesantren misalnya, kata dia, melalui "facebook"
dapat didiskusikan isu-isu aktual seputar "fiqh" maupun informasi
dunia Islam lainnya.

Terkait dengan adanya fatwa haram penggunaan "facebook" oleh para kiai dan santri yang tergabung dalam Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMP3) se-Jawa Timur beberapa waktu lalu, ia menyatakan kurang sependapat.

"Sebagai sebuah teknologi dan media komunikasi, 'facebook' banyak
memberikan manfaat. Jadi tidak usah diharamkan. Kalaupun diharamkan,
mungkin penyalahgunaannya oleh sebagian kalangan yang tidak
mengindahkan norma dan etika agama," katanya.

Sementara itu, Abdul Halim Yahya dari Pondok Pesantren Daarul Rahman, Leuwiliang, Kabupaten Bogor menambahkan, "facebook" kini telah
menjadi semacam forum silaturrahim.

Bahkan lebih dari sekedar sebagai forum silaturrahim, karena jejaring itu menjadi wahana untuk mewujudkan semacam ruang publik yang terbuka bagi siapapun, dapat digunakan untuk mengemukakan pendapat tanpa sensor.

Halim mengemukakan, manfaat "facebook" sangat besar, sehingga sudah sewajarnya kalau komunitas pesantren pun mulai merambah dunia maya itu agar tidak buta informasi terkini.

"Malahan, 'facebook' kini sudah menjadi media alternatif untuk
memperjuangkan kepentingan rakyat, seperti dalam kasus Cicak vs Buaya
maupun Prita Mulyasari lawan RS Omni," katanya.

Penggunaan "facebook" di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir
menunjukkan peningkatan signifikan. Rata-rata peningkatan pengguna di
Indonesia per bulan mencapai 10 persen, mengalahkan Amerika Serikat
(AS) dengan rata-rata lima persen.

Berdasarkan survei "Inside Facebook" yang dilakukan "e-marketer"
belum lama ini, Indonesia menempati ranking kedua pengguna "facebook"
setelah AS. Urutan berikutnya adalah Filipina, Turki, Italia dan
India. (T.A035/B/I006/C/I006) s
  • Facebook
  • Digg
  • Technorati
  • del.icio.us
  • Slashdot
  • DZone
  • StumbleUpon