ANTARA - Harimau Jawa (panthera tigris sundaica) sejak 1985 tidak muncul lagi di kawasan Gunung Kotak, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, setelah sempat menerkam seorang warga setempat.

"Lama tidak muncul lagi, sejak seekor mati ditembak karena telah menerkam seorang warga di dekat Gua Watu Ondo Gunung Kotak itu," kata warga RT 04/RW 05 Dukuh Growong, Desa Ngroto, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, Pomo (55), di Wonogiri, Senin.

Ia menyatakan menduga sejak saat itu harimau Jawa lainnya pindah sarang tetapi masih di sekitar Gunung Kotak, Kecamatan Kismantoro.

Ia mengatakan, warga setempat bernama Soimin (15) ketika itu sedang mencari rumput di sekitar gua yang terletak di tempat yang lebih tinggi ketimbang Dukun Growong.

Seekor harimau menerkamnya ketika dia melintasi depan mulut gua itu. Ia berhasil menyelamatkan diri meskipun terluka dan mendapatkan perawatan di puskesmas setempat.

Aparat kecamatan setempat kemudian memburu harimau itu dan berhasil menembak mati.

Namun, katanya, harimau sejenis lainnya kemudian turun ke desa, merusak sejumlah rumah, dan menerkam kambing milik warga hingga mati.

"Sejak itu, harimau lama tak menampakkan diri dan warga juga tak pernah melihat lagi," katanya.

Seorang warga RT 02/RW 08 Dusun Kopen, Kecamatan Kismantoro, Edy Sutarmun, mengaku, pertama kali melihat dan memegang bulu harimau Jawa itu saat binatang jenis itu ditembak mati pada Tahun 1985.

Ketika itu, katanya, bertepatan dengan Bulan Puasa.

Seekor harimau, katanya, telah menyerang Soimin yang sedang mencari rumput di dekat gua tersebut.

"Soimin bersama temannya setelah makan sahur dan shalat subuh, berangkat mencari rumput di dekat gua itu. Mereka membuat api unggun di tempat sekitar 20 meter dari gua itu karena udara masih dingin," katanya.

Saat berjalan melewati mulut gua itu, seekor harimau menerkamnya. Ia yang dalam keadaan luka teriak-teriak sambil berlari meninggalkan tempat itu. Warga membawanya ke puskesmas setempat.

Aparat muspida setempat yang berhasil memburu harimau itu dan menembak mati, selanjutnya menggotong binatang itu menuju kantor kecamatan setempat.

Ketika itu, katanya, harimau mati itu menjadi tontonan warga setempat.

"Mungkin harimau lainnya marah dan turun ke desa, membuat warga takut, tetapi sejak saat itu tidak muncul lagi," katanya.

Berbagai kalangan, katanya, menganggap harimau Jawa telah punah.

"Tetapi kami yakin di kawasan Kismantoro masih ada yang tersisa, entah jumlahnya berapa ekor," katanya.

Sejumlah warga setempat, katanya, sering menjumpai jejak kaki dan kotoran harimau yang diduga jenis harimau Jawa.

Ia mengharapkan suatu penyelidikan secara serius tentang keberadaan harimau Jawa yang diperkirakan akhir-akhir ini masih berada di Gua Watu Ondo itu.

"Jika betul-betul masih ada di gua itu, sebaiknya dilakukan penyelamatan atas harimau jenis itu," katanya.

Pemerintah, katanya, perlu membuat suatu taman nasional khusus untuk harimau Jawa di Kismantoro jika ternyata memang masih ada jenis harimau itu.

"Tentu perlu upaya membebaskan lahan, melakukan ganti rugi lahan, dan menyediakan mangsa yang cukup untuk harimau itu dengan tidak mengubah atau memindah habitatnya," katanya. s
  • Facebook
  • Digg
  • Technorati
  • del.icio.us
  • Slashdot
  • DZone
  • StumbleUpon