ANTARA - Prognosa awal penyerapan gabah dan beras oleh Bulog Subdivre IV Banyumas Tahun 2010 mengalami penurunan ketimbang periode yang sama Tahun 2009.

"Prognosa awal Tahun 2009 sebesar 60 ribu ton tetapi sekarang hanya 40 ribu ton dengan perincian 50 persen beras dan 50 persen gabah," kata Kepala Bulog Subdivre IV Banyumas, Witono, didampingi Kepala Hubungan Masyarakat, Priyono, di Purwokerto, Selasa.

Ia menjelaskan, penurunan prognosa awal 2010 lantaran tempat penyimpanan beras dan gabah milik Bulog Banyumas sudah tidak mampu menampung pasokan.

Pihaknya, katanya, saat ini memiliki kelebihan beras sebanyak 40 ribu ton karena tidak ada operasi pasar di wilayah itu selama Tahun 2009.

"Beras sejumlah 40 ribu ton tersebut diperkirakan dapat mencukupi kebutuhan hingga Agustus mendatang," katanya.

Penyerapan untuk prognosa awal 2010, katanya, diperkirakan hingga September 2010.

Jika penyerapan itu telah terpenuhi, katanya, pihaknya akan menyusun prognosa untuk periode September 2010 hingga April 2011.

Ia mengakui, penurunan prognosa awal dan masih tersedianya beras di gudang Bulog setempat kemungkinan berdampak terhadap harga gabah.

"Kondisi ini kemungkinan dapat mengakibatkan harga gabah anjlok," kata Priyono. x
  • Facebook
  • Digg
  • Technorati
  • del.icio.us
  • Slashdot
  • DZone
  • StumbleUpon