ANTARA - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Pulau Nusakambangan, Marwan Adli mengatakan, pihaknya membutuhkan pusat rehabilitasi narkotika yang representatif.

"Warga binaan di sini tidak hanya pengedar tetapi juga pengguna. Bahkan, ada juga yang teridentifikasi terkena 'human immunodeficiency virus' (HIV)," kata Marwan di Nusakambangan, Cilacap, Selasa.

Oleh karena itu menurut dia, warga binaan yang menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan khususnya yang terkena kasus narkotika, tidak sekadar mendapat pembinaan tetapi juga mendapatkan rehabilitasi.

Menurut dia, lembaga pemasyarakatan identik dengan upaya untuk mengubah perilaku sehingga keberadaan pusat rehabilitasi narkotika tetap diperlukan.

"Saya sangat berharap di sini dibangun sebuah pusat rehabilitasi narkotika yang representatif dan dikelola oleh pemerintah, lengkap dengan dokter, psikiater/psikolog, pembina mental/spritual, dan sarana penunjang lainnya," katanya.

Dengan demikian setelah warga binaan tersebut bebas, menurut dia, tidak hanya terjadi perubahan perilaku tetapi juga mental/spiritual sehingga tidak lagi terjerumus ke narkotika.

Terkait warga binaan yang teridentifikasi terkena HIV, dia mengatakan, hingga saat ini terdapat 14 orang.

"Jumlah warga binaan di sini mencapai 298 orang tetapi yang telah menjalani tes hanya 54 orang dan dari hasil tes diketahui sebanyak 14 orang yang terindentifikasi terkena HIV sebanyak 14 orang. Itupun tidak semua yang menjalani tes bersedia membuka hasil tesnya," kata Marwan. s
  • Facebook
  • Digg
  • Technorati
  • del.icio.us
  • Slashdot
  • DZone
  • StumbleUpon