ANTARA - Sejumlah pegawai atau sipir Lembaga Pemasyarakatan (LP) Narkotika, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, mengeluhkan tidak adanya perumahan bagi mereka.

Informasi yang dihimpun ANTARA dari para sipir LP Narkotika di Pulau Nusakambangan, Selasa, selama ini mereka bertempat tinggal di Cilacap dan berangkat ke Nusakambangan harus menyesuaikan jadwal penyeberangan Kapal Pengayoman II.

Jika terlambat, mereka harus menggunakan jasa penyeberangan yang dilayani perahu "compreng".

"Kalau seperti sekarang, Kapal Pengayoman II sedang 'naik dok' (menjalani perbaikan, red.), kami tentunya harus menggunakan perahu 'compreng' dengan ongkos Rp5.000. Padahal gaji pegawai negeri hanya berapa," kata seorang sipir.

Terkait hal itu, Kepala LP Narkotika Marwan Adli mengakui, lembaga yang dipimpinnya hingga saat ini belum memiliki perumahan bagi pegawai sehingga fasilitas tersebut sangat diperlukan oleh mereka.

Sesuai ketentuan, kata dia, pegawai LP harus tinggal di sekitar lembaga pemasyarakatan atau rumah tahanan negara.

Akan tetapi karena keterbatasan anggaran, lanjutnya, hingga saat ini belum ada perumahan pegawai di sekitar LP Narkotika.

"Kami sudah mengajukan permohonan pembangunan perumahan tersebut. Mudah-mudahan tahun depan dapat diadakan perumahan di sini sehingga pegawai LP akan mudah dalam menjalankan tugas," katanya.

Dengan demikian jika suatu saat dibutuhkan, kata dia, mereka dapat segera dimobilisasi dan menjalankan tugas dengan baik.

Menurut dia, saat ini jumlah pegawai LP Narkotika sebanyak 47 orang dan bertempat tinggal di Cilacap sehingga mereka harus pulang pergi setiap hari.

"Kebetulan saya sendiri tinggal di dalam kantor LP Narkotika," kata Marwan.

Informasi yang dihimpun ANTARA, dari sebanyak tujuh LP di Pulau Nusakambangan, hanya LP Narkotika dan LP Terbuka yang belum memiliki perumahan pegawai.

Kendati demikian, perumahan pegawai di sejumlah LP lain kondisinya memprihatinkan, bahkan banyak yang mengalami kerusakan sehingga dibiarkan terbengkalai.

Sementara di LP Pasir Putih yang menerapkan "super maximum security" (SMS), kini telah dibangun beberapa unit rumah bagi pegawainya. s
  • Facebook
  • Digg
  • Technorati
  • del.icio.us
  • Slashdot
  • DZone
  • StumbleUpon