ANTARA - Permintaan kue keranjang menjelang Tahun Baru Imlek 2561/2010 di Magelang turun karena harganya naik dibandingkan tahun lalu.

Seorang pembuat kue keranjang Maria Veronica di Jalan Jagoan I No. 331 Magelang, Selasa, mengatakan, permintaan turun hampir 50 persen hanya 30 kg per hari dibandingkan tahun lalu mencapai 50 hingga 60 kg per hari.

Kue keranjang produk Veronica merupakan kue keranjang tradisional, tidak dibungkus plastik tetapi dibungkus daun pisang klutuk (biji).

Menurut dia, permintaan kue keranjang turun karena harganya sekarang lebih tinggi dari tahun lalu akibat bahan baku naik tajam.

Ia menyebutkan, harga bahan baku berupa beras ketan tahun lalu masih Rp7.500 per kg, kini mencapai Rp10.000 per kg dan gula pasir dari Rp7.000 per kg menjadi Rp9.000 per kg.

"Akibat mahalnya harga bahan baku tersebut, kami juga menaikkan harga jual kue keranjang, yakni dari Rp26.000 per kg menjadi Rp30.000 per kg," katanya.

Ia mengatakan, kue keranjang hasil produksinya tidak saja diminati warga Magelang tetapi juga banyak dipesan dari sejumlah toko di Muntilan, Temanggung, Ambarawa, dan Salatiga.

Veronica mengatakan, mulai memproduksi kue keranjang sebulan menjelang Imlek dan biasanya hingga cap go meh masih ada permintaan.

"Kalau ada pesanan kami masih memproduksi kue keranjang setelah Imlek dan biasanya permintaan hingga cap go meh (15 hari setelah Imlek) nanti," katanya.

Ia tetap menggunakan daun pisang sebagai pembungkus kue keranjang karena kue khas Imlek ini kalau terbuat dari bahan ketan asli tidak akan jadi jika dibungkus plastik.

"Tidak sembarang daun pisang dapat digunakan, karena selain daun pisang klutuk warna kue akan berubah menjadi kehitam-hitaman," katanya. s
  • Facebook
  • Digg
  • Technorati
  • del.icio.us
  • Slashdot
  • DZone
  • StumbleUpon