ANTARA - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (LP) Narkotika Pulau Nusakambangan, Marwan Adli mengatakan, rencana pembangunan museum pemasyarakatan yang digagasnya hingga saat ini masih dalam perancangan.

"Kami bekerja sama dengan pendesain asal Universitas Gadjah Mada Yogyakarta untuk membuat rancangan museum pemasyarakatan tersebut," kata Marwan di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa.

Menurut dia, rencana pembangunan museum tersebut telah disampaikan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.

"Menkum dan HAM memberikan tanggapan positif terkait rencana ini. Beliau meminta agar proposal segera diajukan," katanya.

Akan tetapi, kata dia, hingga saat ini desain yang dirancang pendesain asal UGM tersebut belum terealisasi.

"Mungkin mereka masih berusaha mencari literatur (acuan, red.) untuk membuat desain museum pemasyarakatan ini," katanya.

Disinggung mengenai latar belakang gagasan pembangunan museum pemasyarakatan, dia mengatakan, hal itu didasarkan keinginan untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang berbagai sistem pemasyarakatan dari masa ke masa termasuk peralatan dan seragam sipir yang digunakan.

Selain itu, kata dia, banyak pengetahuan yang dapat digali dari ilmu hukum tetapi belum banyak dikenal masyarakat.

"Dulu istilah pemasyarakatan dikenal orang dengan nama pemenjaraan atau penjara. Sistem yang berlaku pun berbeda sehingga kami ingin menginformasikannya kepada masyarakat, minimal kami sajikan dalam bentuk foto," katanya.

Terkait rencana pembangunan museum tersebut, dia mengharapkan adanya dukungan dari berbagai pihak termasuk Pemerintah Kabupaten Cilacap.

"Saya berharap Pemkab Cilacap turut mendukung rencana pembangunan museum ini karena kelak dapat menjadi salah satu ikon wisata Cilacap," kata Marwan. s
  • Facebook
  • Digg
  • Technorati
  • del.icio.us
  • Slashdot
  • DZone
  • StumbleUpon