ANTARA - Pelayanan kepabeanan selama 24 jam di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang perlu didukung oleh semua pihak terkait agar dapat berjalan secara optimal.

"Hal tersebut untuk mengantisipasi arus masuk dan keluar barang-barang ekspor dan impor melalui pelabuhan," kata Ketua DPC Asosiasi Perusahaan Pelayanan Niaga Nasional (INSA) Tanjung Mas Semarang, Eddy Raharto, di Semarang, Selasa.

Ia menyebut berbagai pihak terkait hal itu antara lain PT Pelindo, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dan perbankan.

Pada kesempatan itu ia menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan pelayanan kepabeanan selama 24 jam di pelabuhan.

"Namun pihak pelaksana di pelabuhan harus dapat melakukan penyesuaian karena di pelabuhan terdapat dua pelayanan yaitu pelayanan operasional dan pelayanan administratif," katanya.

Ia mengatakan, pelayanan operasional telah berlangsung sejak relatif lama di pelabuhan.

Pihak bank, katanya, harus tetap beroperasi pada hari libur untuk
pelayanan administratif berupa pembayaran kegiatan kapal.

Pelayanan kepabeanan selama 24 jam, katanya, juga dapat mengurangi penumpukan barang di pelabuhan.

Ia mengatakan, kapal peti kemas kebanyakan bersandar pada akhir minggu di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang sedangkan barang baru bisa diurus pada hari kerja.

"Jangan sampai dikatakan beroperasi 24 jam namun pihak yang harusnya masih berada di kantor dan melayani, sudah tidak ada di tempat," katanya.

Ia mengatakan, pelayanan 24 jam itu efektif dan menguntungkan semua pihak jika berbagai pihak terkait berjalan sesuai dengan fungsi masing-masing.

"Khususnya bagi kalangan eksportir dan importir," katanya.

Kepala Bagian Operasional Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Mursidi, mengatakan, pihaknya mendukung pelaksanaan pelayanan kepabeanan selama 24 jam itu.

"Saat ini kami terus berupaya memaksimalkan kinerja agar proses
ekspor impor dapat berjalan baik," katanya. s
  • Facebook
  • Digg
  • Technorati
  • del.icio.us
  • Slashdot
  • DZone
  • StumbleUpon