ANTARA - Pelayanan keberangkatan dan kedatangan tenaga kerja Indonesia (TKI) harus bisa dilakukan melalui berbagai bandara di daerah sehingga tidak terjadi penumpukan di Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta, kata Wakil Ketua Komisi IX DPR, Irgan Chairul Mahfiz.

"Pemberangkatan TKI dengan sistem sentralisasi mengakibatkan penumpukan mereka di Jakarta, seharusnya sekarang jangan lagi hanya melalui Jakarta," katanya di sela memimpin Tim Komisi IX DPR berkunjung ke Terminal TKI di Bandara Adi Sumarmo Surakarta, di Solo, Kamis.

Bandara di daerah harus memenuhi berbagai standar terutama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada TKI.

Ia menilai, pelayanan petugas untuk keberangkatan dan kedatangan TKI di Bandara Adi Sumarmo sudah relatif baik.

Tim Komisi IX, katanya, telah menerima salah satu usulan dari Balai Pelayanan, Penempatan, dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jawa Tengah menyangkut penerapan sistem desentralisasi terhadap pelayanan keberangkatan dan kedatangan TKI melalui bandara di daerah.

"Kami akan bahas hal itu di komisi, termasuk masalah penambahan penerbangan di Surakarta. Kami juga akan membicarakan dengan departemen terkait," katanya.

Saat berkunjung ke Bandara Adi Sumarmo itu, Tim Komisi IX didampingi oleh Wakil Wali Kota Surakarta, F.X. Hadi Rudyatmo. Mereka tampak memantau petugas yang melayani kedatangan dan keberangkatan TKI melalui bandara itu.

Mereka juga melihat operasional di tempat layanan penukaran uang asing.

Ia menilai, operasional layanan penukaran uang seperti dolar dan ringgit masih terlalu besar mengambil keuntungan.

"Selisih Rp500 per dolar, bagi TKI atau masyarakat kecil dirasakan cukup besar," katanya.

Ia mengatakan, fasilitas layanan kepada TKI di bandara setempat sudah cukup baik tetapi pada masa mendatang perlu dioptimalkan.

Penerapan sistem informasi dalam jaringan menyangkut keberangkatan TKI, katanya, perlu diperbaiki.

Kepala BP3TKI Jateng, A.B. Rachman, menjelaskan, kedatangan TKI melalui Bandara Adi Sumarmo rata-rata 100 orang per hari. Selama Tahun 2009, jumlah TKI yang diberangkatkan melalui bandara setempat sedikitnya 33 ribu orang.

"Kami proses syarat administrasi dan legalitasnya, apakah TKI yang bersangkutan dapat diberangkatkan atau tidak," katanya.

Ia menjelaskan, TKI yang bisa diberangkatkan harus memenuhi tiga syarat utama yakni sehat, minimal berusia 18 tahun, dan memiliki kepastian hubungan kerja.

Mereka antara lain harus mempunyai bukti hasil tes kesehatan terlebih dahulu sebelum bekera di luar negeri dan dapat menunjukkan visa serta surat kontrak kerja dengan perusahaan terkait.
"Kalau tiga syarat itu ada, kami mengizinkan mereka berangkat ke negara tujuan untuk bekerja," katanya.

Ia mengaku telah mengusulkan kepada pemerintah pusat melalui tim Komisi IX itu untuk penambahan jumlah penerbangan keluar negeri melalui bandara setempat.

Hingga saat ini, katanya, penerbangan keluar negeri melalui bandara setempat masih sebatas tujuan Kuala Lumpur Malaysia dan Singapura.

"Jika penerbangan di Bandara Adi Sumarmo ini ditambah, beban penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta akan berkurang," katanya.

Ia menjelaskan, jika TKI yang berasal dari berbagai daerah di sekitar Bandara Adi Sumarmo bisa turun di bandara setempat akan menambah rasa aman mereka karena segera tiba di daerahnya.

Pihak keluarga TKI, katanya, tidak perlu repot menjemput di bandara karena TKI yang telah tiba, bisa langsung menggunakan sarana transportasi umum dengan jarak tempuh menuju kampung halamannya yang lebih dekat ketimbang dari Jakarta.

"Mereka tidak perlu dijemput keluarganya atau menggunakan sarana transportasi khusus. Selain beban di Jakarta berkurang mereka juga merasa nyaman dan aman dari kemungkinan tindak kejahatan," katanya.

Ia menjelaskan, TKI yang tiba di Tanah Air biasanya membawa yang dalam jumlah relatif banyak. Mereka sering menjadi sasaran kejahatan antara lain melalui modus jasa penukaran uang asing dan sewa sarana transportasi khusus.

"Oleh karena itu kami mengusulkan bisa melalui bandara di daerah-daerah untuk mengurangi beban di Jakarta dan membuat para TKI lebih aman jika bisa lebih cepat tiba di daerahnya," katanya. x

  • Facebook
  • Digg
  • Technorati
  • del.icio.us
  • Slashdot
  • DZone
  • StumbleUpon