Bangkok (ANTARA News) - Dua tentara Thailand dari satuan perlindungan guru luka parah akibat bom yang meledak Selasa pagi ketika mereka sedang berpatroli jalan kaki di Jalan Kuwa-Thamnob di Kabupaten Krong Pinang, Provinsi Yala selatan.


Kedua tentara, yang diidentifikasi sebagai Sersan Mayor Preecha Kongpakdi (52) dan Kopral Thongchai Boonchuay (23) mengalami luka parah karena pecahan peluru menembus kepala dan badan mereka.

Mereka kemudian dirawat di Rumah Sakit Yala.

Penyelidikan awal polisi menunjukkan bahwa pelaku meledakkan bom rakitan (IED), yang tersembunyi di tempat pembuangan sampah di pinggir jalan ketika sembilan tentara dari unit perlindungan guru berpatroli di Jalan Kuwa-Thamnob.

Polisi mengatakan bom rakitan diduga berbobot antara tiga sampai lima kilogram tetapi tidak tahu bagaimana itu diledakkan.

Pemberontak separatis dipersalahkan atas kejadian tersebut.

Sejak kebangkitan pemberontakan pada Januari 2004, lebih dari 11.000 insiden kekerasan terjadi di provinsi-provinsi selatan Yala, Pattani dan Narathiwat.

Secara keseluruhan lebih dari 5.200 orang, sebagian besar penduduk desa, telah tewas dalam insiden kekerasan dihasut oleh tersangka kelompok-kelompok yang ingin memisahkan diri.

Provinsi-provinsi tersebut mayoritas Muslim, dulunya adalah wilayah otonomi kesultanan Melayu Muslim sebelum dianeksasi oleh Bangkok pada tahun 1909.

Sejak itu sering terjadi pemberontakan.

Editor : Totok Marwoto


Komentar Pembaca
Kirim Komentar
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar