Berita Terkait
ANTARA - Masalah intoleransi dalam kehidupan beragama menjadi salah satu pokok bahasan utama dalam "6th Regional Interfaith Dialogue" yang digelar di Semarang, 11-15 Maret 2012.

"Masalah intoleransi masuk pada sisi agama dan sosial. Dari dialog ini diharapkan muncul tindakan nyata sebagai jalan keluar permasalahan tersebut," kata Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Abdurrahman M.Fachir saat pembukaan 6th Regional Interfaith Dialogue di Semarang, Senin.

Menurut dia, meski Indonesia merupakan penggagas pembentukan dialog kerukunan umat beragama ini, negara ini tetap masih harus belajar tentang upaya penyelesakan masalah intoleransi beragama.

Ia menjelaskan, Indonesia masih harus belajar dari negara lain yang kemungkinan juga pernah menghadapi permasalahan yang sama.

"Indonesia tetap masih harus belajar. Kita akan belajar dari pengalaman yang ada," katanya.

Dalam pertemuan yang diikuti oleh 15 negara ini, lanjut dia, juga akan disampaikan berbagai contoh kasus tentang permasalahan intoleransi beragama yang dihadapi masing-masing negara.

Ia menuturkan, melalui dialog ini diharapkan akan tercipta harmonisasi dan toleransi antarumat beragama, khususnya di kawasan Asia Pasifik.

(ilustrasi: RNW)

Editor : Mahmudah


Komentar Pembaca
Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar