ANTARA - Warga Meteseh, Desa Sidoagung, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, melayangkan somasi terhadap SMK Purnama Tempuran karena dianggap telah menggunakan tanah milik desa untuk membangun gedung baru secara sepihak.



"Kami terpaksa melakukan somasi pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Purnama karena berbagai upaya yang dilakukan tidak membuahkan hasil. Jika tidak segera dijawab akan segera kami layangkan somasi berikutnya," kata tokoh warga Meteseh Bangun Sutoto di Magelang, Selasa.

Somasi tersebut ditujukan kepada pihak sekolah dengan tembusan ke Bupati Magelang, Kepala Disdikpora, Polres Magelang, Polsek Tempuran, Camat Tempuran, dan DPRD Kabupaten Magelang. Warga meminta pihak SMK untuk memberikan jawaban dalam tempo tiga kali 24 jam.

Bangun mengatakan dalam somasi warga keberatan dan menentang rencana pembangunan lantai dua dan gedung baru di sisi timur sekolah tersebut karena bangunan itu berdiri di atas jalan kampung yang sudah diwakafkan pemilik lama.

Ia mengakui bahwa jalan kampung itu belum bersertifikat.

"Di Indonesia sebagian besar jalan belum ada sertifikatnya. Hal ini kami akui, namun pemilik lama almarhum Mbah Atmo sudah menyatakan mewakafkan tanahnya," kata Bangun.

Menurut Bangun, warga meminta pihak sekolah untuk meminta maaf secara terbuka atas kebijakannya membangun ruang kelas di atas jalan kampung pada tahun 2007. Hal ini dinilai telah memutus akses lalu lintas masyarakat.



Editor : Mahmudah


Komentar Pembaca

Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar