ANTARA - Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua, tahun ini mulai merintis pembangunan terminal komersial di sisi tenggara Bandara Mozes Kilangin Timika agar kelak semakin banyak maskapai penerbangan yang singgah di Timika.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Mimika Suparno di Timika, Selasa, mengatakan pihaknya juga akan membuka akses jalan menuju terminal komersial dan kegiatan pematangan lahan untuk tempat parkir pesawat (apron).

Dijelaskan Suparno, terminal komersial yang dananya berasal dari APBD Mimika tahun 2012 itu dibangun di atas lahan seluas 65 hektare. Lahan itu sudah dibebaskan oleh pemkab setempat sejak 2007 hingga 2008.

Ia berharap ke depan ada dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan agar bisa membangun fasilitas terminal dan apron komersial di Bandara Mozes Kilangin Timika hingga tuntas.

Adapun fasilitas yang ada di Bandara Mozes Kilangin Timika saat ini, kata dia, seluruhnya yang membangun PT Freeport Indonesia. Fasilitas di bandara itu guna menunjang kegiatan operasional perusahaan tambang emas, tembaga, dan perak yang beroperasi di Tembagapura, Mimika.

Atas izin Menteri Perhubungan, Bandara Mozes Kilangin yang berstatus khusus itu dapat berfungsi untuk penerbangan komersial dan penerbangan perintis antar dan intra-Papua.

Minimnya persediaan bahan bakar avtur, tempat parkir pesawat, dan fasilitas lainnya di Bandara Mozes Kilangin Timika membuat sejumlah maskapai penerbangan komersial enggan singgah di Timika.

Saat ini hanya ada dua maskapai komersial yang melayani penerbangan ke Timika, yaitu Garuda Indonesia dan Merpati Nusantara. Akibatnya, konsumen penerbangan di kota itu dibebani harga tiket yang relatif cukup mahal.

Kepala Bidang Perhubungan Udara pada Dishubkominfo Mimika, John Rettob, mengatakan pada tahap awal pembangunan apron dan tempat parkir kendaraan, anggarannya sebesar Rp1,5 miliar.

"Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk pembersihan lokasi dan penimbunan lokasi pembangunan apron dan tempat parkir kendaraan," katanya.

John berharap pada akhir tahun 2012 apron dan tempat parkir kendaraan khusus untuk terminal komersial milik Pemkab Mimika di Bandara Mozes Kilangin Timika sudah dapat beroperasi.

Dengan adanya alokasi anggaran untuk pembangunan apron dan tempat parkir kendaraan pada bidang perhubungan udara dan dukungan alokasi anggaran pada Dinas Pekerjaan Umum, dia berharap pada akhir tahun 2012 pesawat perintis sudah bisa beroperasi dari terminal milik pemkab itu.

Ia mengatakan bahwa apron berukuran 150 meter x 200 meter untuk menampung sekitar 10 armada penerbangan perintis. Sesuai dengan perencanaan awal pengembangan Bandara Mozes Kilangin Timika, apron di bandara ini mampu menampung sekitar delapan armada pesawat berbadan lebar sejenis boeing dan 15 armada pesawat perintis.

Pemkab setempat juga mengupayakan mendapat dukungan pendanaan dari Pemerintah Pusat melalui APBN untuk pengembangan bandara tersebut.

Bandara Mozes Kilangin Timika merupakan bandara milik PT Freeport Indonesia dengan panjang landas pacu (runway) 2.395 meter dan lebar 45 meter.

Pemkab Mimika saat ini sedang mengupayakan untuk mengubah status Bandara Mozes Kilangin Timika dari bandara khusus menjadi bandara umum lantaran selama ini sebagian besar pelayanan di bandara tersebut untuk kepentingan umum.

Meski status Bandara Timika ke depan akan berubah menjadi bandara umum, pihaknya tetap memperhatikan pelayanan penerbangan bagi karyawan PT Freeport Indonesia guna menunjang kegiatan operasional pertambangan di perusahaan tambang emas, tembaga, dan perak tersebut.

Editor :


Komentar Pembaca
Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar