ANTARA Jateng - Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Cilacap memprakirakan, tinggi gelombang di perairan selatan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami peningkatan dalam dua hari ke depan.



"Tinggi gelombang maksimum di wilayah Samudera Hindia selatan Jateng-DIY pada hari Senin (9/4) dan Selasa (10/4) diprakirakan mencapai 2--3,5 meter, sedangkan di wilayah pantai 0,75--2 meter," kata prakirawan Stasiun Meteorologi Cilacap, Teguh Wardoyo, di Cilacap, Minggu.

Menurut dia, peningkatan tinggi gelombang tersebut bukan disebabkan adanya gangguan tropis melainkan akibat peningkatan kecepatan angin yang bertiup di atas wilayah perairan. Dalam hal ini, kecepatan angin yang bertiup di atas wilayah Samudera Hindia selatan Jateng--DIY diprakirakan mencapai 15--25 knots dari arah timur hingga tenggara.

Sementara di wilayah pantai, lanjutnya, kecepatan angin diprakirakan 5--15 knots yang bertiup dari arah timur hingga tenggara. "Saat ini gangguan tropis tidak lagi muncul di belahan bumi selatan, karena telah berpindah ke utara ekuator," katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, saat ini wilayah perairan selatan Jateng--DIY memasuki masa transisi dari musim angin barat ke musim angin timur. Meskipun dalam masa transisi, angin yang bertiup di atas wilayah perairan selatan Jateng-DIY lebih dominan dari arah timur.

Menyinggung prakiraan cuaca di wilayah Jateng khususnya bagian selatan, Teguh mengatakan, hingga saat ini faktor lokal masih sangat berpengaruh terhadap kondisi cuaca di wilayah ini.

"Kalau saya amati, kondisi cuaca di wilayah Jateng selatan pada pagi hari cenderung cerah dan terasa panas, namun menjelang siang hari terlihat mendung dan terjadi hujan. Bahkan, saat ini awan-awan Cb (Cumulonimbus, red.) mulai bermunculan," katanya.

Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana angin puting beliung yang dipicu oleh pemanasan lokal maksimal sehingga pertumbuhan awan Cb semakin tinggi.

Selain itu, kata dia, masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada terhadap petir yang intensitasnya masih tinggi selama bulan April. "Petir berpeluang terjadi setiap hari meskipun belum terlihat adanya peningkatan intensitas," katanya.

Sementara intensitas hujan di wilayah Jateng dan perairan selatan Jateng--DIY, kata dia, secara umum diprakirakan ringan hingga sedang antara siang hingga dini hari.

Editor : D.Dj. Kliwantoro


Komentar Pembaca

Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar