ANTARA News - Sebuah bom rakitan kuat meledak di tanah kosong di dekat satu terminal bus di Filipina selatan pada Senin tanpa korban, kata polisi.




Tidak ada korban dilaporkan dalam insiden yang terjadi pada pukul 15.00 waktu setempat di kota Digos, tapi satu kendaraan milik seorang polisi yang diparkir di dekat tempat kejadian terhantam dan hancur, kata perwira polisi Regan Patricio.

Para saksi mata mengatakan ledakan itu meninggalkan kawah akibat ledakan kuat.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu dan polisi sedang menyelidiki motif di balik serangan tersebut.

Pada awal bulan ini, tiga orang tewas sementara puluhan lagi terluka ketika sebuah bom meledak di dalam bus penumpang di terminal bus di kota Carmen, Provinsi Cotabato Utara.

Sebelumnya, pemerintah Filipina mengutuk ledakan di provinsi selatan Cotabato Utara yang menewaskan sedikitnya 10 orang, pada 11 April lalu.

Juru bicara kepresidenan Edwin Lacierda menyatakan yakin bahwa perangkat peledak rakitan yang merobek sebuah bus penumpang di Desa Poblacion, Kota Carmen pada pukul 10.25 waktu setempat.

"Setiap tindakan kekerasan terhadap penduduk sipil adalah tindakan yang selalu terkutuk dan tentunya kami akan sangat memperhatikan insiden itu," katanya.

Pihak militer mengatakan bahwa bom itu diduga ditempatkan di dalam kargo bus dan diledakkan ketika Bus Transit Pedesaan itu mendekati terminal di Kota Carmen.

Lima orang lagi dilaporkan terluka dalam insiden itu.

Insiden itu terjadi di satu daerah tempat para gerilyawan dan kelompok bersenjata berat aktif, sering melakukan pemerasan, penculikan dan tindakan jahat untuk mengumpulkan dana.


Editor : Totok Marwoto


Komentar Pembaca
Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar