ANTARA Jateng - Sebanyak 18 dari 25 taksi yang beroperasi di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, diketahui tidak mngantongi surat izin layak jalan dari pemerintah daerah setempat.




Kepala Bidang Pengujian dan Angkutan Dinas Perhubungan, Pariwisata, dan Kebudayaan Kota Pekalongan, Hariadi di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa ketidakpatuhan pemilik taksi melakukan uji kelayakan jalan ini dikhawatirkan akan merugikan keselamatan para penumpang.

"Kami sudah berulang kali memberikan peringatan pada pemilik taksi Indotrans tetapi hingga kini belum ada balasan," katanya.

Menurut dia, meski kondisi mobil taksi sebagian besar masih cukup baik namun uji kelayakan jalan harus dipatuhi agar tidak merugikan para penumpang dan keselamatan pengguna jalan lainnya.

"Uji kelayakan jalan untuk mengetahui kondisi taksi atau angkutan penumpang masih layak atau tidak. Jadi, kami mengimbau pada pemilik angkutan penumpang melakukan uji kelayakan jalan," katanya.

Pengurus Taksi Indotrans Pekalongan, Yuli Santosa mengaku selama pemilik taksi melakukan peremajaan angkutan taksi belum melakukan KIR karena kondisi mobil buatan 2005 masih 'built-up'.

Ia mengatakan bahwa pengurus taksi telah menerima teguran lisan dari Dinas Perhubungan Kota Pekalongan untuk melakukan uji kelayakan jalan mobil taksi yang dimilikinya.

"Kami akan melakukan uji KIR dalam waktu dekat ini. Hanya saja, taksi yang akan dilakukan KIR tidak seluruhnya melainkan lima taksi saja karena kondisi perusahaan masih pada tahap bangkit dan masih membutuhkan anggaran operasional lainnya," katanya.

Editor : Zuhdiar Laeis


Komentar Pembaca

Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar