Gelombang Perairan Selatan Jateng-DIY Capai 4 Meter
Jumat, 18 Mei 2012 14:17:59 WIB
Oleh : Sumarwoto
Cilacap, ANTARA Jateng - Stasiun Meteorologi Cilacap memprakirakan tinggi gelombang maksimum di perairan selatan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta berpeluang mencapai 4 meter.
"Hari ini dan besok (Sabtu, red.) tinggi gelombang maksimum diprakirakan berkisar 3--4 meter. Peningkatan gelombang ini diprakirakan akibat adanya peningkatan angin yang bertiup di atas wilayah perairan dan cenderung satu arah," kata prakirawan cuaca Stasiun Meteorologi Cilacap, Teguh Wardoyo, di Cilacap, Jumat.
Dalam hal ini, kata dia, wilayah perairan selatan Jateng-DIY berada pada masa transisi dari musim angin barat menuju angin timur.
Terkait dengan hal itu, dia mengatakan bahwa Stasiun Meteorologi Cilacap mengeluarkan peringatan dini mengenai bahaya gelombang tinggi di perairan selatan Jateng-DIY pada tanggal 18--19 Mei 2012.
Menurut dia, wilayah-wilayah yang berpeluang terjadi gelombang setinggi 2--3 meter berada di pantai selatan Cilacap, pantai selatan Kebumen, pantai selatan Purworejo, dan pantai selatan Yogyakarta dengan kecepatan angin berkisar 5--17 knots yang bertiup dari arah timur hingga tenggara.
Sementara gelombang setinggi 3--4 meter, lanjut dia, berpeluang terjadi di Samudera Hindia selatan Cilacap, Samudera Hindia selatan Kebumen, Samudera Hindia selatan Purworejo, dan Samudera Hindia selatan Yogyakarta dengan kecepatan angin 18--27 knots yang bertiup dari arah timur hingga tenggara.
"Kami mengimbau nelayan berperahu kecil untuk waspada saat melaut karena tinggi gelombang tersebut berbahaya. Demikian pula, wisatawan yang berkunjung ke pantai, terutama yang terhubung langsung dengan laut lepas, diimbau untuk tidak berenang atau mandi di pantai," katanya.
Menyinggung kemungkinan munculnya "upwelling" atau daerah tangkapan ikan karena memiliki keanekaragaman jenis dan kelimpahan biota yang tinggi, dia mengatakan bahwa daerah "upwelling" di perairan selatan Jateng-DIY secara klimatologi biasa muncul pada bulan Juni hingga Agustus.
Dalam hal ini, kata dia, "upwelling" akan muncul saat wilayah perairan memasuki musim angin timur dan wilayah daratan memasuki musim kemarau yang diprakirakan mulai berlangsung pada awal Juni. "Saat ada 'upwelling', berbagai jenis ikan akan bermunculan dengan puncaknya pada bulan Agustus karena 'upwelling'-nya banyak bermunculan," katanya.
Menurut dia, pada masa transisi seperti saat ini sebenarnya berbagai jenis ikan mulai bermunculan. Akan tetapi, kondisi gelombang cukup tinggi sehingga berbahaya bagi nelayan berperahu kecil.
Editor :
D.Dj. Kliwantoro
Kirim Komentar