Ilustrasi. Pengunjung berbincang dengan prajurit keraton yang berjaga di depan Kori Kamandungan, Keraton Surakarta Hadiningrat, Solo, Jateng, Kamis (17/5). FOTO ANTARA/Andika Betha/ed/pd/12

Berita Terkait
Solo, ANTARA Jateng - Kisruh di Keraton Surakarta Hadiningrat masih terus berlanjut menyusul dilarang masuknya Paku Buwono XIII dan KGPH Panembahan Agung Tedjowulan ke dalam keraton tersebut.

Atas dihalang-halanginya dua penguasa keraton tersebut, kuasa hukum Paku Buwono (PB) XIII Hangabei, Hari Sulistyo, melaporkan Satrio Hadinagoro dan KGPH Puger ke polisi karena menghalangi-halangi PB XIII bersama KGPH Panembahan Agung Tedjowulan masuk Keraton Surakarta Hadiningrat, setelah mereka rekonsiliasi.


"Saya laporkan ke Polresta Surakarta Satrio Hadinagoro, putra menantu mendiang PB XII dan KGPH Puger putra PBXII, yang menghalang-halangi masuknya PB XIII bersama KGPH Panembahan Agung Tedjowulan ke keraton karena ini rumahnya sendiri," kata Hari Sulistyo Kuasa Hukum PB XIII di Solo, Kamis.

Dualisme raja di Keraton Surakarta Hadiningrat setelah menjalani rekonsiliasi untuk PB XIII Hangabei menjadi raja dengan gelar PB XIII dan PB XIII Tedjowulan menjadi Mahapatih Keraton Surakarta Hadiningrat dengan gelar KGPH Panembahan Agung Tedjowulan.

Bambang Pradotonagoro, Juru Bicara KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, mengatakan PB XIII beserta Mahapatih Keraton Surakarta Hadiningrat KGPH Panembahan Agung Tedjowulan setelah rekonsiliasi dan penandatanganganan nota kesepakatan di Balai Kota Surakarta yang disaksikan oleh Wali Kota Surakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo beserta para Muspida di kota ini yang akan kembali ke keraton, tidak bisa masuk karena semua pintunya dikunci.

PB XIII beserta KGPH Panembahan Agung Tedjowulan yang semula mau masuk lewat pintu utama keraton Kori Kamandungan tidak bisa masuk karena di kunci dan setelah menunggu beberapa saat juga tetap tidak dibuka, akhirnya diputuskan masuk lewat pintu samping Sasonoputro.

Pintu itu tampaknya semua telah dikunci rapat-rapat oleh Satrio Hadinagoro dan KGPH Puger. Jadi dengan adanya peristiwa ini, PB XIII beserta KGPH Panembahan Agung Tedjowulan yang mau pulang ke rumahnya sendiri telah dihalang-halangi oleh kedua orang tersebut.

"Berkaitan dengan peristiwa ini maka saya melaporkan Satrio Hadinagoro dan KGPH Puger ke Polresta Surakarta yang menghalangi-halangi masuknya PB XIII dan KGPH Panembahan Agung Tedjowulan yang telah melakukan rekonsiliasi yang difasilitasi oleh Pemerintah," katanya.

Masuknya PB XIII dan KGPH Panembahan Agung Tedjowulan ke keraton bahkan sempat terjadi insiden kecil, yaitu Satrio Hadinagoro yang memasang badan di depan pintu keraton Kori Kamandungan, dan sempat ditarik oleh GPH Suryo Witjaksono putra mendingan PB XII dan hampir terjadi keributan, tetapi bisa dilerai oleh saudara-saudara lainnya.

GPH Suryo Witjaksono mengatakan bahwa Satrio Hadinagoro itu merupakan putra menantu mendingan PB XII. Putra menantu dalam keraton ini tidak mempunyai hak dalam urusan tahta raja seperti yang terjadi sekarang ini.

"Saya heran mengapa ada dualisme raja yang sekarang telah difasilitasi Pemerintah bisa bersatu kembali dan mau pulang ke rumahnya di halang-halangi. Ini ada apa?. Saya kurang mengerti. Semestinya semua kerabat harus menyambut baik," katanya.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Asdjima'in mengatakan pihaknya bersama Dandim 0735 Letkol Inf Widi P, juga ikut mengantarkan masuk ke dalam keraton PB XIII beserta KGPH Panembahan Agung Tedjowulan dan di dalam juga tidak ada apa-apa.

"Saya bersama Pak Dandim mengantar masuk PB XIII beserta KGPH Panembahan Agung Tedjowulan ke dalam keraton dan di dalam sana tidak ada pertemuan dan tidak ada apa-apa setelah saya berdua juga keluar," katanya.

Apakah dari pihak polisi juga akan menurunkan pasukannya untuk pengamanan, Kombes Pol Asdjima'in mengatakan untuk di luar akan dijaga sekitar 30 personel, tetapi di dalam keraton tidak ada.

Editor : Achmad Zaenal M


Komentar Pembaca
Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar