Petani Pekalongan Sulit Dapatkan Penebang Tebu
Senin, 09 Jul 2012 17:58:26 WIB
Oleh : Kutnadi
Pekalongan, ANTARA Jateng - Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mengaku kesulitan mendapatkan tenaga tebang tebu pada musim panen ini sehingga mengakibatkan biaya produksi membengkak karena harus menunggu giliran penebangan.
Ketua APTRI Pekalongan, Slamet di Pekalongan, Senin, mengatakan bahwa kesulitan para petani tebu mencari tenaga tebang ini karena mereka banyak yang beralih sebagai buruh tenaga penebang padi.
"Mereka lebih menyukai memilih sebagai buruh tebang padi karena selain mendapatkan uang juga gabah yang nantinya diganti dengan beras," katanya.
Ia mengatakan bahwa dengan kondisi itu pemilik lahan tebu harus berani membayar upah lebih tinggi terhadap buruh tenaga tebang.
"Oleh karena itu, kami berharap pemkab dapat membantu masalah itu karena saat ini para petani tebu masih bergantung pada tenaga manusia," katanya.
Kennedi petani tebu mengatakan produksi tebu pada musim panen ini lebih berkualitas karena rendeman tebu mampu mencapai tujuh persen.
"Pada masa tebang tebu saat ini, para petani lebih diuntungkan dengan musim kemarau tanpa banyak curah hujan sehingga rendeman tebu mampu mencapai tujuh persen," katanya.
Administratur Pabrik Sragi, Djoko Wahyudiono, mengatakan bahwa pada tahun 2012, PG Sragi merencanakan sasaran tebu mampu mencapai 3,2 juta kuintal tebu dengan luas lahan sekitar 4.375 hektare.
"Saat masa giling, kami mempekerjakan 1.001 orang yang terlibat dalam proses pabrik, sedangkan pada kegiatan ikutan giling, seperti penebang melibatkan sekitar 3.000 orang," katanya.
Editor :
Achmad Zaenal M
Kirim Komentar