Prioritaskan Produk Dalam Negeri
Senin, 09 Jul 2012 20:23:09 WIB
Oleh : Akhmad Nazaruddin
ilustrasi
Berita Terkait
Kudus, ANTARA Jateng - Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie menegaskan produk dalam negeri seperti kertas uang seharusnya diprioritaskan dalam pemenuhan kebutuhan dalam negeri dibanding produk serupa dari luar negeri.
"Jika berpikir ke arah industrialisasi, tentunya produk dalam negeri harus didukung, terutama dalam pemenuhan kebutuhan di dalam negeri harus diprioritaskan, meskipun harga jualnya agak lebih mahal," katanya ketika ditemui usai berkunjung ke PT Pura Group Kudus, Senin.
Ia mengakui, kedatangannya ke PT Pura Group Kudus tidak bertujuan untuk mengampanyekan produk kertas dari PT Pura Group Kudus.
Apalagi, kata dia, penggunaan produk kertas dalam negeri untuk membuat uang juga tetap mempertimbangkan biaya produksinya.
Terkait dukungan pemerintah terhadap produk dalam negeri, Aburizal meminta Anggota DPR RI Firman Soebagyo untuk menanyakan soal pertimbangan yang dijadikan dasar pemerintah dalam menggunakan kertas uang dari luar negeri.
Padahal, lanjut dia, presiden berupaya menggalakkan penggunaan produk dalam negeri.
"Secara pribadi, saya juga heran produk kertas uang hasil produksi dari dalam negeri justru tidak dimanfaatkan," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Aburizal juga mengagumi sosok Presiden Direktur PT Pura Group Kudus Jacobus Busono karena memiliki ide yang cukup banyak dalam mengembangkan usahanya.
"Kecermelangan idenya, tentunya patut ditularkan kepada generasi muda lewat ceramah di hadapan para pelajar atau mahasiswa," ujarnya.
Cerita kesuksesannya itu, kata dia, tidak bertujuan untuk menyombongkan diri, melainkan untuk memberikan inspirasi orang lain agar bisa sukses.
Sejauh ini, PT Pura dinyatakan lolos prakualifikasi untuk mengikuti tender dalam mendukung proyek pembuatan uang berbagai nominal pecahan uang rupiah.
Akan tetapi, pemasok kertas uang dari dalam negerin tersebut kalah bersaing dalam harga jual dengan pemasok kertas uang dari luar negeri karena dugaan politik dumping.
Akibatnya PT Pura Group yang merupakan satu-satunya pemasok kertas uang dari dalam negeri tidak mendapatkan satupun proyek pembuatan mata uang rupiah untuk berbagai nominal pada tahun anggaran 2012.
Padahal, tahun sebelumnya perusahaan tersebut berhasil menang dalam tender pembuatan uang rupiah untuk nominal Rp2.000 dan Rp5.000.
Pada 1999, PT Pura Barutama yang merupakan produsen kertas uang terbesar di Asia Tenggara itu juga sempat dipercaya membuat uang rupiah untuk nominal Rp100, kemudian Rp1.000.
Meskipun pemasok kertas uang dari luar negeri diduga ada yang melakukan praktik dumping, PT Pura masih bisa memenangi tender pemasok bahan baku pembuatan uang di beberapa negara, seperti Vietnam antara tahun 2006 hingga 2007, Somalia untuk pecahan 2.000 silling (tahun 2000), Nepal tahun 2009, dan Sudan pada 2011.
Seharusnya, pemerintah lebih memprioritaskan produk lokal yang sudah mengadopsi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 80 persen.
Editor :
Nur Istibsaroh
Kirim Komentar