Magelang, ANTARA Jateng - Puluhan sekolah menengah pertama negeri maupun swasta di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, masih kekurangan siswa meskipun pendaftaran peserta didik baru telah ditutup pada Sabtu (7/7).

Kepala Seksi SMP Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Magelang Priyana di Magelang, Selasa, mengatakan, 17 SMP negeri dan 58 SMP swasta masih kekurangan siswa.

"Hingga Senin, berdasarkan data yang masuk dari total 120 SMP terdiri atas 62 SMP swasta dan 58 SMP negeri masih banyak yang kekurangan siswa," katanya.

Ia menyebutkan, di SMP swasta hanya ada empat sekolah yang telah melampaui target, yakni SMP Muhammadiyah Plus Gunung Pring kelebihan 62 pendaftar, SMP IT Ikhsanul Fikri (151), SMP Maarif Terpadu Gunung Pring (7), dan SMP Muhammadiyah Tanjung (3).

Priyana mengatakan, untuk sekolah negeri yang masih kekurangan siswa, antara lain SMPN 3 Candimulyo , SMPN 1 Ngablak, SMPN 2 Kajoran, SMPN 1 Kaliangkrik, dan SMPN 1 Windusari.

"Sampai hari ini daya tampung sekolah belum semua terpenuhi, harapan kami nantinya bisa terpenuhi sehingga tidak ada bangku kosong di sekolah," katanya.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Magelang Mushowir mengatakan, berdasarkan data lulusan sekolah dasar di Kabupaten Magelang sebenarnya masih ada sisa siswa yang tidak mendapat sekolah.

"Jumlah siswa SD sebanyak 19.991 orang tidak lulus satu sehingga lulusan sebanyak 19.990 orang, sedangkan SMP dan MTS yang ada di Kabupaten Magelang hanya 543 kelas, jika setiap kelas diisi 32 anak maka yang dibutuhkan hanya 17.376 siswa," katanya.

Ia menyebutkan, dari sejumlah lulusan SD tersebut sekitar 650 anak minta surat pengantar untuk melanjutkan sekolah ke Yogyakarta.

Seharusnya, katanya, jika sekolah di Kabupaten Magelang terpenuhi maka masih sisa 1.964 anak.

Menurut dia, banyak sekolah kekurangan siswa baru tersebut karena mereka melanjutkan studi ke Kota Magelang.

"Kalau jumlah yang masuk di Kota Magelang, saya tidak pantau karena tidak perlu meminta surat keterangan," katanya.

Editor : Nur Istibsaroh


Komentar Pembaca
Kirim Komentar
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar