Petugas: Terjadi Guguran Material Vulkanik Merapi
Minggu, 15 Jul 2012 21:21:56 WIB
Oleh : M Hari Atmoko
Sejumlah warga memacu kendaraannya setelah secara mendadak, angin yang membawa asap tebal Gunung Merapi berubah arah menuju ke lokasi mereka berada desa Srunen yang berjarak sekitar 4 km di Cangkringan, Sleman, Jumat (12/11/2010). Sejumlah warga di desa tersebut masih tidak mengindahkan larangan untuk mendekat ke kawasan rawan bencana Gunung Merapi sejauh radius 20Km yang disebabkan ingin mengais sisa harta yang masih bisa dielamatkan, meskipun kondisi rumah mereka sudah hancur total. FOTO ANTARA/Akbar Nugroho Gumay/ed/pd/10
Berita Terkait
Magelang, ANTARA Jateng - Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi di Babadan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Yulianto mengatakan, guguran material vulkanik terjadi dari satu kubah lava gunung berapi di perbatasan Jawa Tengah dengan Daerah Istimewa Yogyakarta karena pelapukan pada Minggu.
"Terjadi guguran di kubah lava karena pelapukan, tetapi tidak ada aktivitas dari dalam. Aktivitas vulkanik Merapi hingga saat ini berstatus "Normal," katanya di Magelang.
Ia mengatakan, guguran material dari satu kubah lava itu pada pukul 18.02-18.06 WIB.
Akan tetapi, katanya, puncak Gunung Merapi yang pada akhir 2010 memasuki fase letusan disusul dengan banjir lahar melalui berbagai alur sungai hingga 2011 itu tertutup kabut.
"Secara visual dari Pos Babadan di bagian barat daya puncak Merapi, tidak terlihat guguran itu secara langsung. Kami hanya mendengar terdengar suara guguran," katanya.
Hingga saat ini, pihaknya juga belum bisa memberikan informasi tentang guguran itu berasal dari kubah lava tahun berapa.
Ia membenarkan jika guguran itu mengakibatkan hujan api akan tetapi relatif tipis di sejumlah desa setempat terutama di Kecamatan Dukun dan Sawangan.
"Karena memang ada batuan yang jatuh lalu di puncak itu masih banyak endapan sisa letusan 2010 dalam kondisi kering. Kalau ada batu yang turun menimbulkan debu dan terbawa angin," katanya.
Seorang warga Dusun Grogol, Desa Mangunsoko, Kecamatan Dukun Susanto mengatakan, hujan abu tipis menerpa dusun di kawasan tepi Sungai Senowo itu sekitar pukul 18.55-19.10 WIB.
"Saya baru berjalan di luar rumah melihat hujan abu tipis, orang-orang juga melihat. Jelas kalau itu hujan abu dari Merapi," katanya.
Editor :
Immanuel Citra Senjaya
Kirim Komentar