Dewi: Padi MSP Mampu Antar Indonesia Jadi Eksportir
Minggu, 29 Jul 2012 19:10:54 WIB
Oleh : -
Sejumlah petani di Brebes, Minggu (29/7) ketika mengikuti sosialisasi penanaman padi MSP dari anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan asal Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX, Dewi Aryani.
Berita Terkait
Brebes, ANTARA Jateng - Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX (Kabupaten Brebes, Tegal, dan Kota Tegal) Dewi Aryani optimistis padi MSP mampu mengantarkan Indonesia sebagai negara eksportir karena varietas ini potensi gabahnya dua kali lipat dari padi jenis lainnya.
"Padi MSP (Mari Sejahterakan Petani) merupakan varietas unggul yang telah dibuktikan di berbagai wilayah di Indonesia. Dengan potensi gabah panen yang hampir dua kali lipat dari padi jenis lainnya, MSP bisa menjadi andalan dalam pembangunan pertanian Indonesia sebagai produsen beras bermutu yang besar setidaknya di wilayah Asia," kata Dewi di sela rangkaian reses di Brebes, Minggu.
Dalam reses kali ini, Dewi melakukan sosialisasi dan uji coba tanam pada MSP di Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, dan Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes.
Dewi yang juga anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan itu mengatakan bahwa keunggulan MSP bisa menandingi berbagai varietas padi yang ada di negeri ini. Oleh karena itu, dia memandang perlu melakukan sosialisasi berkesinambungan di seluruh wilayah Indonesia.
Jika MSP bisa menasional, dia menegaskan, tidak mustahil Indonesia bisa menjadi negara eksportir beras bermutu terbesar. Hal i akan membanggakan para petani, dan tentunya kesejahteraan petani juga makin terjamin. "Kami seluruh kader PDI Perjuangan harus benar-benar memperjuangkan program tersebut sebagai program unggulan petani," ujarnya.
Akan tetapi, lanjut dia, tentu saja harus melakukan uji coba tanam agar petani dan masyarakat melihat sendiri bagaimana proses tanam hingga panennya.
Pada kesempatan itu, Dewi menegaskan bahwa uji coba ini dengan maksud agar masyarakat, terutama petani, dapat membuktikan sendiri keandalan MSP. "Kami ingin memberikan bukti, tidak hanya janji-janji saja kepada masyarakat. Kami memberi kail (pancing) bukan ikan karena kami ingin petani mandiri dan berkesinambungan dalam melakukan tanam padi dan setidaknya menikmati hasil panen yang melebihi dari kebiasaan sebelumnya," kata Dewi.
Ia lantas mengatakan,"Kami juga terbuka dengan berbagai masukan, kritik, dan dukungan dari seluruh masyarakat untuk menyukseskan program MSP ini."
Editor :
D.Dj. Kliwantoro
Kirim Komentar