Baterai Lumpur Sidoarjo 10 Persen Lebih Kuat
Sabtu, 04 Agst 2012 05:48:37 WIB
Oleh : Zuhdiar Laeis
Kondisi pusat semburan lumpur panas Lapindo, difoto dari udara di atas Porong, Sidoarjo (FOTO ANTARA/Eric Ireng)
Berita Terkait
Semarang, ANTARA Jateng - Baterai "Lusi Cell" yang berbahan material lumpur Sidoarjo karya mahasiswa Universitas Negeri Semarang diklaim 10 persen lebih tahan lama dibandingkan baterai-baterai sejenis di pasaran.
"Kami sudah lakukan pengujian dengan membandingkan ketahanan baterai 'Lusi Cell' yang berkapasitas 1,5 volt dan lima merek baterai sejenis," kata Aji Christian Bani Adam (24) mahasiswa Unnes, di Semarang, Jumat.
Baterai sel kering (dry cell battery) itu dikembangkan Aji (Fakultas MIPA Unnes)bersama tiga kawannya, yakni Umarudin (FMIPA), Oki Prisnawan (Fakultas Ekonomi), dan Yoga Pratama (Fakultas Ilmu Keolahragaan).
Dari hasil pengujian dengan menggunakannya untuk senter yang dinyalakan terus-menerus, baterai "Lusi Cell" yang merupakan singkatan "Lumpur Sidoarjo" mampu bertahan menyuplai listrik senter selama lima jam.
"Selama ini, kami membuat baterai itu melalui cara konvensional yang membutuhkan waktu sekitar 10--15 menit setiap baterai. Kalau dibuat dengan mesin, tentu produktivitasnya akan semakin meningkat," katanya.
Aji menceritakan ide awal memanfaatkan material lumpur panas Sidoarjo atau dikenal juga lumpur Lapindo itu karena keprihatinan mereka atas meluapnya lumpur panas yang menimbun rumah-rumah warga Porong, Sidoarjo.
"Sampai saat ini, material lumpur panas masih keluar. Kami sempat berkonsultasi dengan dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tentang kandungan logam berat yang besar dari material lumpur," katanya.
Setelah diteliti, kata dia, ternyata material lumpur Sidoarjo memiliki kadar garam yang tinggi sekitar 40 persen, serta kandungan logam, seperti mangan yang selama ini banyak digunakan untuk pembuatan baterai.
Editor :
M Hari Atmoko
Kirim Komentar