Harga Sayuran di Tingkat Petani Normal
Jumat, 10 Agst 2012 19:45:41 WIB
Oleh : M Hari Atmoko
Magelang, ANTARA Jateng - Harga panenan beberapa jenis sayuran di tingkat petani di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, selama beberapa waktu terakhir relatif normal antara lain karena permintaan konsumen yang berkurang selama bulan puasa.
"Kalau harga cukup standar, normal-normal saja selama Ramadhan ini, karena permintaan konsumen juga kurang karena puasa," kata Penasihat Kelompok Tani "Sidorejo" di kawasan Gunung Andong di Dusun Mantran Wetan, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Supadi Haryono, di Magelang, Jumat sore.
Ia mengemukakan, harga berbagai jenis sayuran di tingkat petani biasanya mengalami peningkatan jika semakin mendekat Hari Lebaran.
Tetapi, katanya, untuk Lebaran 2012 ini diperkirakan peningkatannya tidak terlalu tajam karena kondisi perekonomian secara umum sedang melemah.
Ia mengatakan, pada umumnya petani sayuran setempat sedang tidak memasuki masa panen raya.
Supadi menjelaskan, harga kubis di tingkat petani selama beberapa hari terakhir Rp1.000 per kilogram, cabai keriting Rp14.000, cabai rawit merah Rp12.000, tomat antara Rp3.000-Rp3.500, dan wortel Rp2.500.
"Panenan petani kami diambil para bakul antara lain untuk dibawa ke pasar sayuran di Bandungan, Kabupaten Semarang," katanya.
Ketua Kelompok Tani "Sedulur Merapi" Dusun Gemer, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang di kawasan barat puncak Gunung Merapi, Sibang, mengatakan, harga panenan sayuran petani anggotanya relatif normal selama puasa.
"Harganya landai-landai saja, tetapi kalau kualitas panenan cukup bagus sejak letusan Merapi akhir Tahun 2010," katanya.
Harga aneka sayuran terutama yang berupa daun-daunan seperti kubis, lebor, caisim, di tingkat petani setempat selama beberapa hari terakhir berkisar Rp1.000 hingga Rp1.500 per kilogram, kapri Rp6.000, bunga kol Rp2.500, cabai keriting dan cabai rawit merah, masing-masing sekitar Rp11.000.
"Petani tidak merugi dengan harga begitu, sedangkan penjualan ke tingkat bakul tetap normal," katanya.
Editor :
Immanuel Citra Senjaya
Kirim Komentar