Kudus, ANTARA Jateng - BNI Syariah Cabang Kudus, Jawa Tengah, menjalin kerja sama dengan salah satu pengembang perumahan setempat untuk melayani masyarakat yang akan mengajukan kredit perumahan rakyat.


Direktur Bisnis BNI Syariah Imam Teguh Saptono di Kudus, Jumat, mengungkapkan, program KPR yang ditawarkan berbeda dengan perbankan konvensional karena uang muka dinilai terjangkau.

"Nantinya uang muka KPR tidak harus 30 persen dari nilai KPR, melainkan hanya berkisar antara 10 hingga 25 persen," ujarnya.

Program KPR yang ditawarkan yakni melalui program griya hasanah.

Apalagi, lanjut dia, dari Bank Indonesia juga tidak menetapkan uang muka untuk KPR sebesar 30 persen, seperti halnya perbankan konvensional.

Untuk menarik minat masyarakat, katanya, BNI Syariah akan berupaya mengutamakan pelayanan serta kemudahan bagi nasabah yang hendak mengajukan KPR.

Persyaratan pengajuan KPR, lanjut Saptono, hampir sama dengan perbankan lainnya, dengan persyaratan utama memiliki penghasilan tetap.

Ia menambahkan, pada 2012 program griya hasanah akan menjadi produk yang diunggulkan oleh BNI Syariah dengan target 60 persen dari keseluruhan produk pembiayaan.

"Kami optimistis, target tersebut bisa tercapai karena potensi industri properti tahun ini masih cukup sangat besar," ujarnya.
Sementara itu, Direktur PT Kurnia Alam Perista, Safrul Kamaludin mengaku, bersyukur dipercaya oleh BNI Syariah yang memiliki program KPR griya hasanah.

Dengan demikian, lanjut dia, konsumen akan memiliki pilihan yang cukup banyak dalam mendapatkan pembiayaan KPR dengan penawaran yang berbeda-beda.

Apalagi, lanjut dia, program KPR yang ditawarkan oleh BNI Syariah juga berbeda dengan perbankan konvensional, terutama uang mukanya yang tidak sampai 30 persen.

Penawaran tersebut diperkirakan akan merangsang masyarakat untuk mendapatkan rumah tipe tertentu dengan uang muka lebih murah dari perbankan lain.

Editor : Immanuel Citra Senjaya


Komentar Pembaca

Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar