Cilacap, ANTARA Jateng - Debat terbuka antarcalon Bupati Cilacap yang digelar Komisi Pemilihan Umum setempat di Graha Pemuda Bercahaya, Cilacap, Rabu, nyaris ricuh, dipicu ulah massa pendukung pasangan Novita Wijayanti-Mochamad Muslich (Novita-Muslich).

Dari pantauan, massa pendukung pasangan Novita-Muslich yang tergabung dalam Organisasi Sosial Kemasyarakatan Lambang Wijayakusuma ini datang ke Graha Pemuda Bercahaya ketika acara debat telah dimulai.

Oleh karena tidak memiliki undangan resmi, massa tidak diperbolehkan masuk oleh petugas dari Kepolisian Resor Cilacap yang bertugas di pintu gerbang gedung tersebut.

Salah seorang pendukung pasangan Novita-Muslich yang telah berada di halaman gedung berupaya membantu rekan-rekannya yang masih tertahan di depan pintu gerbang.

Dia memberikan surat undangannya kepada rekannya yang masih berada di depan gerbang sehingga beberapa pendukung pasangan ini bisa masuk ke halaman gedung secara bergantian dengan satu surat undangan.

Petugas yang menyadari adanya ketidakberesan segera menyobek undangan yang digunakan secara bergantian tersebut.

Aksi penyobekan undangan tersebut diprotes oleh massa ormas Lambang Wijayakusuma.

Bahkan, beberapa orang di antara mereka berteriak ke arah halaman gedung dengan mengatakan jika polisi telah menyobek undangan mereka.

Selain itu, mereka juga meneriakkan yel-yel yang menyudutkan pasangan Tatto Suwarto Pamuji-Akhmad Edi Susanto (Tatto-Edi).

Kendati demikian, massa pendukung Tatto-Edi maupun petugas Polres Cilacap tidak terpancing oleh teriakan massa Lambang Wijayakusuma.

Sementara di dalam Graha Pemuda Bercahaya, acara Debat Terbuka Antarcalon Bupati Cilacap peserta Pilkada 9 September 2012 berlangsung tertib dan lancar.

Dalam debat yang menghadirkan tiga panelis, yakni Fitriyah (dosen FISIP Universitas Diponegoro Semarang/mantan Ketua KPU Jawa Tengah), Paulus Israwan (Gurubesar FISIP Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto), dan Noor Azis Said (dosen FISIP Unsoed Purwokerto) dengan moderator Musa Ahmad (dosen Institut Agama Islam Imam Ghazali Cilacap), masing-masing pasangan calon bupati dan wakil bupati menyampaikan visi dan misinya di hadapan tokoh masyarakat serta ratusan pendukungnya.

Pasangan Novita-Muslich yang bernomor urut 1 menyoroti masalah angka kemiskinan di Cilacap yang masih tinggi termasuk masih tingginya angka kematian ibu melahirkan.

Selain itu, Novita juga menyoroti masalah pembangunan di Cilacap yang belum merata serta masih rendahnya upah minimum kabupaten.

"Kami akan berupaya agar pembangunan di Cilacap dapat merata sehingga angka kemiskinan bisa ditekan. Kami juga memberikan layanan ambulans gratis guna mengurangi risiko kematian ibu melahirkan," katanya.

Sementara pasangan nomor urut 2, Tatto-Edi menyatakan tekat mereka untuk memerangi korupsi dalam pemerintahan di Cilacap.

Menurut Tatto, pemberantasan korupsi dan tindakan antikorupsi harus dimulai dari para pejabat di pemerintahan.

"Anggota DPR maupun DPRD juga harus bersikap antikorupsi," katanya saat menanggapi pertanyaan salah seorang panelis, Fitriyah.

Pilkada Cilacap yang akan digelar pada 9 September 2012 diikuti dua pasangan peserta, yakni pasangan Novita Wijayanti-Mochamad Muslich yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Gerakan Indonesia Raya, dan Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia mendapat nomor urut 1, serta pasangan Tatto Suwarto Pamuji-Akhmad Edi Susanto diusung Partai Golongan Karya, Partai Amanat Nasional, Partai Hati Nurani Rakyat, dan Partai Karya Peduli Bangsa mendapat nomor urut 2.

Editor : Achmad Zaenal M


Komentar Pembaca
Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar