Cilacap, ANTARA Jateng - Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Cilacap mengimbau masyarakat mewaspadai puting beliung yang berpeluang terjadi pada masa transisi dari musim kemarau menuju penghujan.



"Secara umum, awal musim hujan di wilayah Jawa Tengah bagian selatan diprakirakan pada dasarian (10 hari, red.) pertama dan kedua Oktober, sehingga masa transisi diprakirakan mulai berlangsung pada dasarian kedua September," kata prakirawan cuaca Stasiun Meteorologi Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Sabtu.

Menurut dia, saat ini sebagian wilayah Jateng selatan telah memasuki awal masa transisi yang ditandai dengan kemunculan awan hujan dan terjadi hujan ringan terutama pada malam hari serta peningkatan suhu udara.

Ia memprakirakan awan-awan hujan tersebut akan semakin banyak bermunculan pada masa transisi dan berpeluang membentuk awan Cumulonimbus (Cb) yang berwarna kelabu menjulang tinggi berbentuk seperti bunga kol.

"Jika awan Cb tersebut terbentuk, akan berpotensi mengakibatkan terjadinya angin puting beliung," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, masyarakat harus waspada jika pada pagi hari terjadi pemanasan lokal yang intensif namun menjelang siang terjadi mendung yang disusul hujan lebat secara tiba-tiba.

Menurut dia, kondisi tersebut salah satu tanda-tanda kemungkinan terjadi puting beliung yang bersifat lokal tersebut.

Selain puting beliung, katanya, masyarakat diimbau untuk mewaspadai petir yang sangat berpotensi pada masa transisi.

Disinggung mengenai kondisi wilayah perairan selatan Jateng, dia mengatakan, secara umum tinggi gelombang relatif stabil.

"Saat ini tinggi gelombang maksimum di wilayah pantai selatan Jateng mencapai dua meter, sedangkan di Samudra Hindia selatan Jateng mencapai 2,5 meter," katanya.

Editor : Achmad Zaenal M


Komentar Pembaca

Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar