Petenis meja putri Jatim Silir Rovani (kanan) mengembalikan bola ke arah lawannya sesama petenis meja putri Jatim Noor Azizah saat pertandingan babak final nomor tunggal putri perseorangan PON XVIII 2012 Riau di Sport Hall Chevron, Dumai, Riau, Selasa (18/9). Silir Rovani berhasil meraih medali emas seusai memenangi laga final dengan skor akhir 4-1 (11-8, 11-6, 9-11, 11-5 dan 11-4). (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)

Berita Terkait
Solo, ANTARA Jateng - Musyawarah Nasional Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia 2012 yang dibuka Ketua Umum PB PTMSI, Dato Sri Tahir, di Bale Tawang Praja Balai Kota Surakarta, Selasa, berlangsung ricuh karena banyak peserta melakukan interupsi.



Sejumlah peserta Pengurus Provinsi PTMSI menyatakan bahwa Munas PTMSI 2012 di Solo ini agar dihentikan karena dinilai cacat hukum dan kelihatan sudah diatur sebelumnya.

Sejumlah interupsi datang dari perwakilan pengurus PTMSI Pengprov Banten, Cecep agar pimpinan sidang membatalkan Munas, karena menyalahi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART).

Menurut dia, dari tempat Munas yang sebelumnya sesuai undangan di Hotel Paragon kemudian dipindahkan ke Pendapo Gede Balai Kota Surakarta dan kini di Gedung Bale Tawang Praja Balaikota Surakarta lantai enam.

Interupsi juga datang dari perwakilan Pengprov Lampung Herlim Sunandar yang, mengatakan, bahwa pimpinan sidang harus menghentikan Munas karena rawan dengan gugatan.

"Siapapun Ketua Umum PTMSI yang terpilih di Munas ini, dia akan cacat hukum dan mudah digugat," katanya.
Hal tersebut senada yang dikatakan Rudolf Patiasina Pengprov Maluku, bahwa Ketum PTMSI Tahir agar menjelaskan duduk permasalahannya masalah Munas yang terlihat sekali sudah diatur jalannya sidang.

"Kami mendesak agar Munas dibatalkan karena sudah melanggar aturan AD/ART PTMSI," kata Rudolf.

Sementara banyak intreupsi dari kelompok yang menginginkan perubahan di tubuh PTMSI tersebut juga diimbangi oleh kelompok lainnya yang pro pengurus lama.

Bahkan, mereka terus berteriak agar Munas dilanjutkan dengan agenda sidang pertanggungjawaban pengurus lama dan pemilihan Ketum PTMSI periode 2012--2016.

Namun, sejumlah aparat keamanan yang telah dipersiapkan di Munas langsung meredakan ketegangan antara kedua kelompok tersebut.

Bahkan, sejumlah peserta kelompok perubahan meminta agar pimpinan sidang Dedi Kurniawan yang juga Ketua Bidang Pembinaan PB PTMSI diganti karena terlihat asal tunjuk.

Namun, Munas yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut akhirnya dilanjutkan dengan pimpinan sidang yakni Rio Capelo (Bengkulu), wakilnya Subur (Jabar), dan sekretaris Anthony Karim (Gorontalo) sekitar pukul 10.45 WIB hasil voting.

Menurut Dato Sri Tahir, Munas PTMSI yang digelar di Solo tersebut atas putusan Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI) dengan agenda untuk pemilihan Ketum PB PTMSI periode 2012--2016.

Menyinggung soal sejumlah Pengda mencalonkan Tahir, kata dia, dirinya akan melihat mekanismenya yang berkembang dalam Munas.

"Saya selalu siap. Saya ini dilematis, tetapi kalau dilihat Pengda banyak yang meminta kembali jabat Ketum. Yang terpenting kita jaga sportivitas organisasi ada mekanismenya," katanya.

Editor : Achmad Zaenal M


Komentar Pembaca

Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar