Jakarta, ANTARA Jateng – Utusan dari negara-negara E-9 dan Asia Tenggara akan memeriahkan Festival Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Plaza Insan Berprestasi, Lantai 1 Gedung A, Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, 1--3 November 2012.

Ketua Umum Pengurus Pusat Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Heri Hendrayana Haris—yang akrab disapa Gol A Gong—kepada ANTARA Jateng, Selasa, menjelaskan negara-negara E-9 (India, Meksiko, Bangladesh, Brasil, China, Mesir, Nigeria, dan Pakistan) dan Asia Tenggara sebagai peserta kehormatan dalam festival itu, di samping peserta dari dalam negeri, yaitu Forum Taman Bacaan Masyarakat (Forum TBM) dari 33 Provinsi di seluruh

Selain itu, panitia juga mengundang TBM penerima penghargaan TBM Kreatif 2012, Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM), Forum Tutor Keaksaraan, komunitas literasi, Balai Belajar Bersama, Rumah Pintar, Penerbit buku, CSR dari dunia usaha, serta pihak-pihak lain yang secara langsung berkepentingan dan terlibat dalam gerakan budaya membaca di Indonesia.

Kegiatan itu, kata Gol A Gong, atas kerja sama antara FTBM dan Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Festival Taman Bacaan Masyarakat ini kali pertama diadakan,” ujarnya.

Gol A Gong menjelaskan bahwa helatan literasi itu akan menampilkan pameran yang dikemas secara menarik di dalam 74 stan, pameran literasi, empat arena acara, dan puluhan kegiatan selama tiga hari, mulai Kamis (1/11).

Festival Taman Bacaan Masyarakat ini dirancang sebagai ruang sosialisasi aktivitas literasi kepada masyarakat. Kegiatan ini dapat menjadi sarana pengembangkan kapasitas dan pemberdayaan potensi individu dengan payung semangat kolektif, yakni menyemarakkan gerakan budaya literasi Indonesia pada khususnya, dan dunia pendidikan Indonesia pada umumnya.


Festival Taman Bacaan Masyarakat ini diselenggarakan sebagai forum pertemuan bagi Taman Bacaan Masyarakat dan pihak lain yang terlibat dalam pengembangan budaya baca. Festival ini pada umumnya bertujuan mengakomodasi komunikasi, informasi, kreativitas, dan pengetahuan peningkatan budaya baca sebagai kegiatan pascakeaksaraan untuk mencegah kekambuhan, paparnya.

Ia menjelaskan pula bahwa festival akan mempertunjukkan bahan-bahan bacaan dan produk keaksaraan yang telah dikembangkan dan juga menampilkan talkshow, diskusi, dialog, bedah buku, unjuk prestasi, serta berbagai kegiatan lainnya.

Utusan dari negara-negara E-9 dan Asia Tenggara, lanjut dia, akan berpartisipasi dalam seminar internasional bertajuk “Meningkatkan Keaksaraan Berbasis Bahasa Ibu dan TIK”. Mereka akan membawa bahan-bahan informasi terkait dengan keaksaraan orang dewasa, produk, dan publikasi praktik, video, booklet, poster, leaflet, dan spanduk tentang pelaksanaan keaksaraan berdasarkan bahasa ibu dan TIK di negara mereka.

Dikatakan Gol A Gong, beragam acara pendamping akan dihelat di festival tersebut, mulai dari workshop recycling kertas koran, peluncuran buku Tunas Berintegritas, bincang buku anak, musikalisasi dan dramatisasi puisi, pemutaran film inspiratif bertema keberaksaraan, hingga pelatihan pemanfaatan sampah dapur berbasis bahan bacaan. “Meretas literasi menyemai karakter menjadi tagline atau moto festival,” katanya.

Melalui penyelenggaraan festival itu, dia berharap menjadi momentum bagi semua pihak untuk semakin bersemangat dalam mengampanyekan budaya membaca di Indonesia. “Selain itu, sesanti itu juga bermakna agar kita semua melakukan percepatan penambahan dan peningkatan kualitas gerai baca gratis, berupa TBM,” kata Gol A Gong.

Dari penambahan jumlah tersebut, dia berharap jumlah masyarakat yang dapat mengakses (buku) bacaan akan semakin besar pula. Dengan begitu, proses pembentukan karakter (bangsa) dapat diretas melalui gerakan literasi yang berlangsung secara tidak saja masif, tapi juga terukur dan terencana.

Jika di sekolah, faktor kunci pembentukan karakter—yang beberapa di antaranya sikap disiplin, kreatif, jujur, berani berinisiatif—berpusat pada keteladanan guru, sedangkan di TBM proses pembentukan karakter lebih ditekankan pada upaya melahirkan kesadaran pada masing-masing individu. Sarananya adalah dengan beragam kegiatan atau aktivitas yang terselenggara di TBM, dan koleksi bahan bacaan yang dimiliki, terutama buku.

Tujuan yang diharapkan dari penyelenggaraan festival beberapa di antaranya adalah dalam rangka meningkatkan identitas kelembagaan (eksistensi) TBM di tengah-tengah publik luas, mempererat jejaring dan kemitraan sebagai tindak lanjut dari peningkatan budaya baca dan keaksaraan, serta berbagi pengetahuan dan pemahaman kepada TBM yang berpartisipasi tentang pentingnya membangun jejaring antara TBM, komunitas, dan masyarakat.

Forum Taman Bacaan Masyarakat adalah sebuah organisasi yang berusaha membangun jalinan kerjasama yang positif, konstruktif dan bersifat kekeluargaan antar Taman Bacaan Masyarakat seluruh Indonesia, antar pengelola Taman Bacaan Masyarakat, dengan pemerintah, maupun dengan pihak-pihak lain baik di dalam negeri maupun luar negeri dalam rangka mewujudkan semangat mengembangkan kegiatan membaca serta memelihara semangat kerja dan nilai-nilai pengabdian luhur terhadap masyarakat.

Editor : D.Dj. Kliwantoro


Komentar Pembaca
Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar