Batang, ANTARA Jateng - Kejaksaan Negeri Kabupaten Batang, Jawa Tengah, secara terpisah memeriksa tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat sebagai saksi dugaan kasus korupsi Bantuan Percepatan Pemerataan Pembangunan Desa (BP3D) 2011 senilai Rp230 juta.



"Sebanyak tiga anggota DPRD sudah kami periksa terkait kasus tersebut," kata Pelaksana Tugas Kajari Kabupaten Batang, Bambang Suharyadi di Batang, Rabu.

Menurut dia, ketiga anggota DPRD ini diperiksa karena pengajuan proposal dana BP3D yang dilakukan tersangka Agus Kholil melalui dana aspirasi ketiga wakil rakyat itu.

"Mereka telah kami minta menjelaskan proses pengajuan dan penyaluran BP3D kepada penerima," kata Bambang yang enggan menyebutkan siapa saja nama anggota dewan tersebut.
Ia mengatakan bahwa pada dugaan kasus korupsi BP3D 2011 ini, Kejari telah menetapkan mantan Kepala Sekolah Menengah Pertama Darul Hijrah Pecalungan, Agus Kholil sebagai tersangka.

"Tersangka diduga melakukan pemotongan dana sebesar Rp200 juta dari realisasi dana BP3D Rp230 juta," katanya.

Menurut dia, adapun modus yang dilakukan oleh Agus Kholil, adalah dengan membuat 15 proposal untuk mendapatkan dana BP3D dengan nama kelompok penerima yang berbeda senilai Rp230 juta.

"Akan tetapi, dana yang seharusnya sampai pada kelompok masyarakat ternyata tidak seluruhnya diberikan pada mereka," katanya.

Editor : Achmad Zaenal M


Komentar Pembaca

Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar