Genangan air di salah satu pekarangan rumah warga di Kabupaten Cilacap belum lama ini sebagai akibat guyuran hujan lebat pada musim hujan 2012. (Sumarwoto/dokumen)

Berita Terkait
Cilacap, ANTARA Jateng - Ratusan korban banjir di Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, hingga Sabtu masih bertahan di pengungsian.



"Hingga saat ini tercatat sekitar 200 jiwa yang mengungsi di tiga lokasi berbeda, yakni Pendopo Kecamatan Sidareja, Koramil Sidareja, dan kompleks ruko yang sedang dibangun," kata Camat Sidareja Awaluddin Muuri di Sidareja.

Menurut dia, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap terkait penanganan terhadap pengungsi.

Dalam hal ini, kata dia, BPBD akan mengirimkan mobil dapur umum guna melayani kebutuhan makanan bagi para pengungsi.

"Kalau kemarin masih menggunakan dapur umum sementara. Tadi malam, kami juga telah mendata kebutuhan riil pengungsi. Apalagi cukup banyak pengungsi yang masih balita, sehingga kami akan mengupayakan bantuan berupa 'pampers'," katanya.

Disinggung mengenai keberadaan rumah panggung di Kecamatan Sidareja yang biasa digunakan sebagai tempat pengungsian, Awaluddin mengatakan, seluruh rumah panggung digunakan pengungsi pada Jumat (23/11).

Menurut dia, di kecamatan ini terdapat 30 rumah panggung yang berlokasi di Desa Sidareja, masing-masing dapat menampung tiga keluarga.

"Banjir yang melanda Kecamatan Sidareja sejak Kamis (22/11) malam merendam 3.300 rumah yang dihuni 3.600 keluarga dan tersebar di tujuh desa, yakni Sidareja, Margasari, Tinggarjaya, Sudagaran, Sidamulya, Gunungreja, dan Sidamulya, dengan ketinggian air mencapai 150 centimeter," katanya.

Ia mengatakan, banjir di sebagian wilayah mulai surut, namun di Margajaya justru meningkat karena air mengarah ke desa itu.

Menurut dia, banjir di Sidareja tidak semata-mata disebabkan hujan lebat, tetapi juga karena luapan Sungai Cibereum yang menuju Segara Anakan.

Salah seorang pengungsi, Ukat mengharapkan adanya bantuan selimut dan obat-obatan.

"Kami merasa kedinginan dan gatal-gatal. Bahkan, kami juga kesulitan sarana MCK sehingga harus ke pasar," katanya.

Dari pantauan, banjir di Kecamatan Sidareja masih menggenangi sejumlah desa dengan ketinggian air mencapai 70 centimeter lebih, seperti Desa Gunungreja terutama di belakang Pasar Karna.

Sementara genangan di sejumlah ruas jalan utama di Sidareja sudah mulai surut dengan ketinggian air 20-30 centimeter sehingga dapat dilalui kendaraan.

Demikian pula, banjir di Kecamatan Gandrungmangu, Bantarsari, Kedungreja, dan Cipari terpantau mulai surut meskipun beberapa rumah masih terlihat tergenang air.

Editor : M Hari Atmoko


Komentar Pembaca

Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar