Semarang, ANTARA Jateng - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi IV Semarang menyatakan pengerjaan fisik proyek jalur ganda (double track) KA selama angkutan Natal 2012 dan Tahun Baru 2013 sementara waktu berhenti.


"Pengerjaan proyek jalur ganda mulai 20 Desember 2012 hingga 6 Januari 2013 sementara dihentikan. Itu masa angkutan Natal 2012 dan Tahun Baru 2013," kata Kepala Hubungan Masyarakat PT KAI Daops IV Semarang Surono di Semarang, Selasa.

Ia menjelaskan penghentian sementara proyek jalur ganda itu dilakukan untuk aspek keamanan dan keselamatan perjalanan KA selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2013, khususnya yang langsung bersentuhan operasional perjalanan.

Namun, kata dia, pengerjaan proyek jalur ganda KA yang tidak langsung bersentuhan dengan operasional perjalanan tetap dilanjutkan, seperti pembebasan lahan di sejumlah titik yang hingga saat ini masih dalam proses penyelesaian.

Meski demikian, penghentian pengerjaan proyek jalur ganda selama kurang dari tiga minggu itu tidak akan memengaruhi target rencana penyelesaian proyek, sebab semuanya sudah diperhitungkan secara matang.

Ia menyebutkan proses pengerjaan jalur ganda pada lintas Pekalongan-Semarang hingga saat ini sudah berjalan sekitar 60 persen dan ditargetkan sudah bisa dipakai untuk melayani penumpang masa angkutan Lebaran 2013.

Demikian halnya, kata dia, pengerjaan jalur ganda untuk lintas Semarang Surabaya yang sudah tercapai sekitar 40 persen, baik lintas Semarang-Bojonegoro maupun Bojonegoro-Surabaya yang ditargetkan rampung akhir 2013.

Untuk aspek keamanan dan keselamatan penumpang, pihaknya berkoordinasi dengan aparat TNI dan Polri juga mewaspadai beberapa lokasi rawan pencurian dan pelemparan KA, terutama lintas Semarang-Tegal.

"Pengamanan di stasiun-stasiun besar, seperti Stasiun Tawang dan Poncol Semarang, Stasiun Pekalongan, dan Stasiun Tegal ditingkatkan, kemudian pengawalan perjalanan KA juga ditambah sesuai kebutuhan," katanya.

Selain itu, kata dia, pengamanan jalur rel KA, terutama di lokasi rawan banjir, longsor, dan ambles selama musim hujan ini juga ditingkatkan, termasuk pengamanan pintu perlintasan KA yang tidak terjaga.

"Pemeriksaan jalur rel ditingkatkan dari sebelumnya dua kali sehari menjadi empat kali sehari, terutama di titik rawan banjir, longsor, dan ambles. Untuk perlintasan KA tak terjaga kami mencatat ada 97 titik," kata Surono.

Editor : Hernawan W


Komentar Pembaca
Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar