Magelang, ANTARA Jateng - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mengerahkan 2.380 petugas pemutakhiran data pemilih untuk melakukan pencocokan dan penelitian terhadap 1.065.990 calon pemilih di daerah itu.



"Proses pencocokan dan penelitian itu sudah dimulai sejak Minggu (6/1) dan akan berakhir 4 Februari 2013," kata Ketua KPU Kabupaten Magelang Ahmad Majidun di Magelang, Kamis.

Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) itu membantu Panitia Pemungutan Suara (PPS) dalam pencocokan dan penelitian terhadap calon pemilih yang jumlah mereka sebagai bahan Daftar Pemilih Sementara (DPS) pada Pemilihan Gubernur Jateng 2013.

Majidun yang juga Divisi Pemutakhiran Data Pemilih KPU Kabupaten Magelang itu mengatakan secara riil pada kegiatan tersebut, PPS dan PPDP mendatangi rumah-rumah warga yang masuk DPS.

Mereka, katanya, mencatat tentang calon pemilih yang didatangi untuk mengetahui apakah seorang warga memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat sebagai pemilih.

Ketentuan tentang calon pemilih yang memenuhi syarat, antara lain telah berumur 17 tahun atau lebih, yang belum 17 tahun tetapi sudah menikah, dan bukan anggota TNI atau Polri.

Mereka yang tidak memenuhi syarat, antara lain bila saat pencocokan dan penelitian ternyata sedang gangguan jiwa, dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, meninggal dunia, dan pindah domisili.

Setelah PPDP melakukan pencocokan dan penelitian itu, katanya, wajib menyerahkan tanda bukti terdaftar sebagai pemilih dengan menggunakan formulir yang telah ditentukan dan menempelkan stiker khusus di rumah setiap kepala keluarga.

Ia menjelaskan pemutakhiran data pemilih Pilgub Jateng 2013 sedikit berbeda dengan tahapan pemilihan serupa pada lima tahun lalu.

"Kali ini proses pemutakhiran data pemilih didukung sistem data berbasis website milik KPU Propinsi Jawa Tengah yang disebut 'Si Indi Jateng' atau Sistem Informasi Data Pemilih Jawa Tengah," katanya.

Setiap minggu, katanya, PPDP melaporkan hasil pencocokan dan penelitian kepada PPS sedangkan petugas PPS kemudian memasukkan data penduduk hasil pencocokan dan penelitian ke aplikasi excel Siindijateng.

"Memang perlu ketelitian dan kehati-hatian ekstra tinggi, karena bila salah sedikit saja dalam 'menginput' nama pemilih atau alamat pemilih, sistem excel Siindijateng akan mendeteksi lain," katanya.

Editor : Zuhdiar Laeis


Komentar Pembaca

Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar