Semarang, Antara Jateng - Lembaga Amil Zakat Al Ihsan atau LAZiS Jawa Tengah menggelar sosialisasi penanganan banjir di kawasan Tanjungmas, Semarang, Sabtu.


Kawasan Tanjungmas selama ini menjadi daerah "langganan" banjir, dan sosialisasi penanganan banjir tersebut berlangsung di Balai Posyandu, Kelurahan Tanjungmas, Semarang.

Kegiatan itu diikuti puluhan warga, dan sosialisasi ini diisi dengan pemberian materi mengenai tahapan-tahapan serta tata laksana menghadapi banjir.

Beberapa warga juga diminta melakukan praktik atau simulasi tahapan penanganan banjir, terutama langkah yang menjadi skala prioritas, yakni mencabut peralatan listrik yang rawan terendam banjir.

Menurut Pimpinan Cabang LAZiS Semarang Trisno Widiantoro, sosialisasi penanganan banjir itu merupakan program lembaga amil zakat yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat korban banjir.

"Kebetulan, kawasan ini (Kelurahan Tanjungmas, red.) merupakan 'langganan' banjir. Kami ingin mengedukasi masyarakat atas langkah-langkah yang harus dilakukan saat menghadapi bencana banjir," katanya.

Ia mengatakan terkadang masyarakat justru bingung dalam menghadapi bencana banjir sehingga sampai mengakibatkan kerugian materi yang besar dan korban jiwa, sebab masyarakat tak siap menghadapi banjir.

Dengan sosialisasi dan simulasi semacam itu, kata dia, masyarakat dilatih untuk siap dan tanggap saat menghadapi banjir, serta memiliki pengetahuan atas kerawanan akibat banjir dan skala prioritas penyelamatan.

"Ya, misalnya menghindari membuat 'stop-kontak' listrik di bagian bawah dinding rumah. Kalau banjir kan bisa tergenang, berbahaya. Seluruh peralatan yang terhubung dengan listrik harus segera dicabut," katanya.

Selain sosialisasi penanganan banjir, LAZiS Jateng juga menggelar pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis, bazar pakaian murah, dan pembagian pakaian pantas pakai untuk masyarakat di wilayah tersebut.

"Lumayan, kegiatan ini disambut masyarakat secara antusias, termasuk pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis. Kami mencatat ada sekitar 90 orang yang berobat dan memeriksakan kesehatannya," katanya.

Ia menjelaskan sebenarnya ada sejumlah titik daerah rawan banjir yang menjadi prioritas program LAZiS Jateng, seperti Kelurahan Mangunharjo, Kelurahan Sawah Besar, dan rawan longsor di Kelurahan Lempongsari.

"Program kami meliputi berbagai aspek, mulai pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan kerohanian. Kebetulan, Kelurahan Tanjung Emas menjadi salah satu desa binaan LAZiS Jateng," kata Trisno.

Editor : Hernawan W


Komentar Pembaca
Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar