Berita Terkait
Temanggung, Antara Jateng - Temuan sebuah prasasti dengan angka 1925 di Pasar legi Parakan Temanggung tidak masuk pada 138 daftar usulan benda budaya yang disampaikan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah untuk ditetapkan sebagai benda cagar budaya.



Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Temanggung Subekti Prijono di Temanggung, Minggu, mengatakan berdasar konsultasi dengan BPCB, "tetenger" atau prasasti itu masuk dalam kategori kolektif memori dan akan diteliti lebih lanjut.

Ia mengatakan bahwa prasati itu tidak ada hubungannya secara langsung dengan Kadipaten Menoreh yang menjadi cikal bakal Kabupaten Temanggung.

"Pemkab Temanggung akan menjaga dan menyelamatkan tetenger itu meskipun tidak masuk benda cagar budaya," katanya.

Ia menyampaikan hal tersebut menyusul adanya surat dari LSM Peramyde yang menyebutkan bahwa Pasar Legi Parakan sebagai benda cagar budaya yang harus dilindungi. Salah satu buktinya temuan tetenger 1925. Pusat pemerintahan Kadipaten Menoreh juga ada di sekitar pasar Legi tersebut.

Selain menyurati Bupati Temanggung, LSM tersebut juga menyurati pada BPCB dan pemerintah pusat berkaitan dengan adanya pembongkaran Pasar Legi oleh Pemkab Temanggung.

Prijono menyebutkan sebanyak 138 benda budaya itu terdiri atas 47 benda bergerak dan 91 benda bergerak. Benda tidak bergerak, antara lain, Situs Liyangan, Candi Pringapus, bangunan Poliklinik Polres Temanggung dan sejumlah bangunan hunian milik warga, sedangkan benda bergerak misalnya keris dan benda pusaka lainnya.

Ia mengatakan bahwa petugas BPCB telah datang ke Parakan untuk meninjau langsung tetenger yang terletak di gerbang masuk pasar tersebut.

Berdasarkan keterangan yang ada, katanya, Pasar Legi dibuat sekitar 1925 oleh Belanda dan telah direnovasi pada tahun 1969 oleh pemerintah Indonesia. Renovasi ini telah mengubah struktur bangunan pasar namun tetap mempertahankan fungsi utama sebagai pasar.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2011 tentang Cagar Budaya, pembangunan pasar dibolehkan asal tidak mengubah fungsi awal, yakni sebagai pasar tradisional. Hal ini karena disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Pemkab akan melanggar UU bila pasar Legi dibongkar kemudian dijadikan pabrik atau sekolah.

Editor : Nur Istibsaroh


Komentar Pembaca
taffana
ak setuju bila kota Parakan menjadi cagar alam indonesia dan dikunjungi wisatawan domestik maupun non domestik!

Rabu, 27 Peb 2013 12:20:59 WIB
yaya
aku setuju kalau parakan bakal jdi alun-alun biar kl aq k alun-alun gx usah naik kendaraan jinggal jalan aja,tapi kasihan ibu aq kalau pasar.nya pindah k lapangan mr.roem jadi kejauhan dah kalo mau belanjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.

Sabtu, 09 Mar 2013 12:55:16 WIB
arie
tak ada salahnya kita mencoba menengok kebelakang tentang apa yg terjadi beberapa abad yang lalu apakah kita yg terlalu bodoh atau egois tak mau mengenal sejarah atau mungkin karena terpengaruh tehnologi hingga tak sudi melihat sejarah hingga sejarah dikatakan kuno. coba kita semak cerita dari eyang kita

Selasa, 19 Peb 2013 04:04:43 WIB
Joni
memang dulunya pusat pemerintahan di Parakan bukan di Temanggung.

Rabu, 27 Mar 2013 14:48:53 WIB
Ido Gavindo
Usul bagus sih pasar parakan dijadikan alon-alon bakal rame,tapi aku kasihan ama ibu ntar kiosnya hilang

Kamis, 07 Mar 2013 18:43:40 WIB
kasman
wah andai pasar parakan dijadikan olon olon ,heboh hebatnya. Kab.Tmg pindah di kota parakan,sempat mimpi seperti itu.

Minggu, 03 Mar 2013 21:56:45 WIB
ariston
walaupun saya lahir di jakarta tetapi kake moyang saya berasal dari parakan, bagaimana kalau parakan dijadikan kota tua yang rapih bersih teratur dengan bangunan tidak lebih dari 3 lantai dengan budaya tua tetap dilestarikan, agar dapat mengundang para wisatawan, dan pengembangan kota moderennya diluar kota parakan, dan yang terpenting jangan habiskan lahan tembakau

Kamis, 23 Mei 2013 00:40:15 WIB
joned
pasar legiku riwayatmu kini......................habis

Kamis, 22 Agst 2013 15:33:11 WIB
galaxy
Terserah mau di bikin ap yang penting rasa kenyamanan khususnya warga parakan tidak terusik, Serta kesejahteraan warga psrakan terjamin. Yang penting aman,damai,sejahtera bro.....ora asal jotos2an,...........

Selasa, 07 Jan 2014 01:24:31 WIB

Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar