Semarang, Antara Jateng - Pemerintah Kabupaten Boyolali segera membangun jembatan darurat di Jerukan Kecamatan Juwangi, setelah terputusnya jalan penghubung jalur Juwangi-Solo akibat diterjang banjir beberapa waktu lalu.



         Bupati Boyolali Seno Samodro di Boyolali, Selasa mengatakan jembatan Jerukan di Juwangi tersebut denganm panjang sekitar 30 meter dan lebar 12 meter terputus total sejak diterjang banjir pada Sabtu (6/4), sehingga harus kendaraan Juwangi-Solo dialihkan.

         Menurut Bupati, pihaknya untuk menyambung akses jalan sementara akan dibangun jembatan darurat dengan cara menyewa jembatan "knock down". Pihaknya akan menetapkan hal itu status darurat bencana.  
    "Kami berkoordinasi dengan tim khusus untuk menggunakan dana darurat membuat jembatan sementara di Jerukan agar arus lalu lintas kembali normal. Dana digunakan jika sudah ditetapkan status darurat bencana," kata Seno Samodro.

         Bupati menjelaskan, untuk pembangunan atau membuat jembatan darurat dengan sistim bongkar pasang bisa membutuhkan anggaran mencapai sekitar Rp200 juta hingga Rp300 juta untuk biaya sewanya.

         Menurut Bupati dengan jembatan darurat tersebut dapat dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga jalur  Juwangi-Solo bisa segera normal, dan aktivitas masyarakat tidak terganggu.

         Menurut Asisten II Setda Boyolali, Juwaris, bahwa pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) terkait mengadaan jembatan di Jerukan tersebut.

         "Kami akan koordinasi untuk pembangunan jembatan secara permanen. Upaya ini dilakukan pembangunan jembatan permanen dapat menggunakan dana penanganan khusus BNPB," katanya.

         Menurut dia, pemasangan jembatan darurat dengan cara sewa tersebut akan berlangsung selama pembangunan jembatan permanen selesai.

         Sementara Jembatan Jerukan di Kecamatan Juwangi Boyolali, akibat diterjang banjir pada Sabtu (6/4) pagi, mengalami ambrol sehingga jalan utama Juwangi-Solo terputus total. Sejumlah warga terpaksa menyeberangi sungai untuk menuju pusat kecamatan.

         Namun, peristiwa tersebut tidak sampai ada korban jiwa, tetapi arus kendaraan dari arah Juwangi-Solo maupun sebaliknya terpaksa dialihkan.

         Akibat kejadian tersebut, para pengguna jalan roda dua maupun empat melintas harus melalui akses lain, dengan memutar jaraknya lebih jauh, melintas Kecamatan Karanganyun Kabupaten Grobogan.

         warga berharap agar pemerintah segera membangun jembatan yang putus tersebut sehingga mereka tidak harus memutar lagi yang jaraknya puluhan kilometer melalui Kabupaten Grobogan.


Editor : Immanuel Citra Senjaya


Komentar Pembaca
Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar