Candi Borobudur

Berita Terkait
Borobudur, Jateng, Antara Jateng - Balai Konservasi Borobudur (BKB) memprogramkan sosialisasi mengenai pelestarian candi yang juga warisan budaya dunia di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah itu, terutama kepada kalangan siswa sekolah menengah pertama.




"Untuk putaran pertama yang akan dimulai akhir bulan ini, kami akan ke SMP-SMP di sekitar Candi Borobudur ini untuk sosialisasi pelestarian candi. Kami rencanakan empat SMP," kata Kepala Seksi Layanan Konservasi BKB Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Iskandar M Siregar di Borobudur, Rabu.

Iskandar mengemukakan hal itu di sela menghadiri peringatan Hari Pusaka Dunia 2013 yang diselenggarakan oleh komunitas Borobudur, "Warung Info Jagad Cleguk" pimpinan Sucoro, di Taman Lumbini Kompleks PT Taman Wisata Candi Borobudur.

Peringatan secara sederhana itu, antara lain ditandai dengan pementasan perdana dua grup tarian tradisional "Warok Bocah" berasal dari Dusun Gleyoran, Desa Sambeng dan Dusun Gupit, Desa Kebonsari, keduanya di wilayah Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Ia menjelaskan petugas BKB akan turun ke sejumlah sekolah itu untuk melaksanakan program sosialisasi pelestarian Candi Borobudur agar mampu menjangkau sasaran yang lebih banyak.

Berbagai materi sosialisasi, katanya, antara lain menyangkut upaya pelestarian dan perawatan candi yang harus tepat dan sesuai kaidah keilmuan.

"Otomatis kami juga harus menjelaskan tentang sejarah Candi Borobudur kepada siswa dengan menggunakan bahasa yang bisa dimengerti mereka," katanya.

Ia menjelaskan sosialisasi tentang pelestarian Candi Borobudur juga bermanfaat untuk menanamkan kecintaan anak-anak terhadap warisan peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia yang dibangun abad ke-8 oleh Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra tersebut.

Ia juga mengatakan bahwa program sosialisasi putaran kedua dan ketiga dengan sasaran para guru SD di sekitar Candi Borobudur dan sejumlah kelompok lainnya, seperti fotografer serta pramuwisata di Candi Borobudur, masing-masing 100 orang.

"Ada 25 SD yang akan kami minta mengirimkan masing-masing satu guru untuk mengikuti sosialisasi di kantor kami, dengan harapan mereka bisa menjelaskan kepada para siswanya tentang berbagai hal menyangkut pelestarian Candi Borobudur," katanya.

Sosialisasi tentang pelestarian, katanya, juga menyangkut perizinan kegiatan dan standar operasional pengamanan di candi tersebut.

Ia mengatakan kegiatan serupa dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya dengan peserta, antara lain para ketua rukun tetangga, ketua rukun warga, dan kepala dusun, khususnya di sekitar candi yang dibangun di antara Kali Elo dengan Progo tersebut.

Pada peringatan Hari Pusaka Dunia 2013 di Candi Borobudur itu, Wakil Kepala Unit TWCB Adi Kartono mengemukakan pentingnya berbagai pihak terkait turut serta mengembangkan wawasan masyarakat tentang candi tersebut.

"Melalui peringatan ini bisa turut memberikan pemahaman tentang Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia dan mendorong masyarakat untuk turut serta melestarikannya," katanya.

Editor : Hernawan W


Komentar Pembaca

Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar