Semarang, Antara Jateng - Polisi meringkus Ngadinah, warga Bojongsalaman, Semarang, seorang tukang sayuran yang juga penjual ekstasi jenis Trihexyphenidyl tanpa dilengkapi perizinan.



Kepala Kepolisian Sektor Semarang Barat Komisaris Yani Permana di Semarang, Kamis, mengatakan petugas mengamankan pelaku bersama ratusan butir pil Trihexyphenidyl.

Ia menjelaskan penangkapan pelaku bermula dari laporan masyarakat yang diteruskan dengan penelusuran anggota di lapangan.

"Saat penyelidikan di lapangan, petugas menangkap pelaku bersama sekitar 50 boks pil yang masuk dalam daftar G itu. Sepertinya, menjual pil ini lebih laris dari pada jual sayuran," katanya.

Polisi, kata dia, hingga saat ini masih menelusuri pemasok pil yang masuk dalam obat-obatan terlarang itu.

Ia menjelaskan konsumen Trihexyphenidyl tersebut, berdasarkan pengakuan pelaku, banyak berasal dari kalangan muda.

Menurut dia, pil tersebut memberi efek halusinasi penggunanya jika dikonsumsi melebihi dosis atau dicampur dengan minuman keras.

"Pengaruh pil tersebut, penggunanya jadi merasa tidak memiliki rasa takut," katanya.

Ngadinah mengaku memperoleh pil tersebut dari seseorang bernama Agung.

Ia mengatakan obat terlarang itu dibeli dengan harga Rp90 ribu per boks dan dijualnya dengan harga Rp110 per boks.

Editor : Achmad Zaenal M


Komentar Pembaca

Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar