Petugas Kepolisian menyelamatkan Suporter PSIS Semarang saat bentrokan dengan warga di Godong, Grobogan, Jateng, Senin (6/5). Bentrokan yang terjadi sejak Minggu (5/5) sore tersebut karena kemarahan warga akibat ulah Suporter PSIS Semarang yang menjarah dan merusak sejumlah toko. (ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)

Berita Terkait
Semarang, Antara Jateng - Dualisme suporter PSIS yakni Panser Biru dan Snex saat ini tengah dikaji ulang untuk dilebur menjadi satu nama setelah terjadi kasus perusakan dan penjarahan di Kabupaten Grobogan.

"Perlu dileburkan (Panser Biru dan Snex) dan dari kekuatan besar tersebut bisa dipakai untuk mendukung PSIS," kata Plt Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Semarang, Rabu.

Hal tersebut disampaikan Hendrar Prihadi seusai pertemuan yang dihadiri di antaranya, Dandim, Kejaksaan, Kapolrestabes, manajemen PSIS, Panser Biru, Snex, dan seluruh camat di 16 kecamatan se-Kota Semarang di ruang rapat Wali Kota Semarang.

Dandim 0733/BS Semarang Letkol Kav Dicky Armunantho Mulkan juga sepakat tidak ada dualisme suporter PSIS dan kejadian di Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, menjadi momentum yang tepat melakukan perbaikan.

"Kenapa tidak jadi satu saja dengan memakai satu nama dan momentum ini (di Kecamatan Godong, red) dapat menjadi momentum untuk berbenah," katanya.

Dandim berharap tidak akan lagi muncul korban jiwa maupun materi setelah kejadian Kecamatan Godong dan cara terbaik dengan melakukan evaluasi serta perbaikan.



Editor : Mahmudah


Komentar Pembaca
Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar