Banner berisi agenda peringatan 150 Van Lith di kompleks SMA Van Lith Muntilan, Kabupaten Magelang, Kamis (16/5). Sekolah itu dirintis oleh Romo Van Lith pada 1904 dengan model pendidikan asrama untuk para siswanya. (Hari Atmoko/dokumen).

Berita Terkait
Magelang, Antara Jateng - Sekolah Menengan Atas Van Lith Muntilan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, membersihkan lingkungan Pasar dan Terminal Muntilan dari sampah, Jumat.



"Kami bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum, Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Magelang, untuk kegiatan siswa kami ini," kata pendamping siswa SMA Van Lith Muntilan Teguh Budi di sela kegiatan itu di Magelang, Jumat.

Sekitar 400 siswa kelas X dan XI SMA Van Lith terlibat kegiatan dalam rangkaian Hari Van Lith 2013. Mereka memungut sampah baik berbahan plastik maupun kertas di lingkungan pasar dan terminal, termasuk kawasannya antara lain Jalan Kartini, Jalan Pemuda, Jalan A.M. Sangaji, dan pusat Kota Muntilan.

Sampah-sampah mereka masukkan ke dalam kantong plastik untuk selanjutnya di bawa ke tempat pembuangan akhir menggunakan kendaraan yang dioperasikan petugas instansi pemkab setempat.

Ia menjelaskan kegiatan itu selain bermanfaat meningkatkan kebersihan beberapa lokasi umum di Kota Muntilan, juga bagian dari proses pendidikan para siswa terkait dengan kepedulian terhadap lingkungan dan kepekaan sosial mereka.

Seorang siswa kelas XI sekolah itu, Ignatia Ivana, mengakui bahwa kegiatan itu sebagai hal yang positif dijalani para siswa. Sekolah itu, hingga saat ini menerapkan model pendidikan asrama.

"Banyak manfaat kami petik dari kegiatan ini selain untuk membersihkan lingkungan dari sampah, juga melatih kepekaan dan kepedulian sosial kami. Kami juga menyerap pelajaran dari kehidupan masyarakat sekitar sekolah," katanya.

Rangkaian peringatan Hari Van Lith 2013, antara lain turnamen basket, lomba "Story Telling", paduan suara, jalah sehat dan bersih lingkungan, panggung kesenian, donor darah, bazar, pameran lukisan, majalah dinding, dan foto, pendampingan iman anak, serta ibadah ekaristi.

Puncak peringatan itu mengambil hari kelahiran Romo Van Lith, di Belanda, 17 Mei 1863. Model pendidikan yang dirintis Van Lith pada 1904 tersebut, hingga saat ini telah melahirkan empat pahlawan nasional, yakni I.J. Kasimo, C. Simanjuntak, Yos Sudarso, dan Monsinyur Albertus Soegijopranoto.


Editor : M Hari Atmoko


Komentar Pembaca

Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar